Sementara itu, wisatawan dapat menikmati wisata sejarah dan budaya di Kecamatan Trowulan. Mulai Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, hingga Pusat Informasi Majapahit atau Museum Majapahit.
Sejumlah objek wisata ini beberpa kali menyita perhatian turis mancanegara. Mereka bahkan terpukau atas peradaban dan peninggalan benda cagar budaya Kerajaan Majapahit.
Wisatawan dapat menikmati sisa-sisa kejayaan masa lalu melalui benda-benda peninggalan. Terdiri dari bidang irigasi, pertanian, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama, dan kesenian.
Seluruh koleksi ditata di dalam gedung, halaman, dan pendapa museum. ’’Peninggalan sejarah itu sendiri yang menjadi daya tarik.
Objek sejarah peninggalan kerajaan terdahulu yang masih terjaga dan terawat. Heritage yang tersisa di Mojokerto itu tentu memiliki nilai tinggi,’’ jelas Norman.
Dia mengungkapkan, melihat karakteristik daerah, Kabupaten Mojokerto menyimpan potensi besar di sektor wisata alam, sejarah dan budaya.
Beragam destinasi sudah lengkap dengan kawasan pariwisata segitiga emas yang menjadi andalan.
Meliputi, Kecamatan Pacet dan Trawas dengan pesona alamnya. Sedangkan, Kecamatan Trowulan dikenal kaya akan peninggalan benda cagar budaya nasional sebagai wisata sejarah.
Tak heran, jika Kabupaten Mojokerto ini berjuluk Mojokerto Full of Majapahit Greatness atau penuh dengan kemegahan Majapahit.
Artinya, lanjut Norman, Majapahit tak sekadar menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur yang memiliki asas manfaat bagi sektor ekraf di tengah masyarakat. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi