Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pabrik Eks Spiritus Jadi Destinasi Wisata Satwa Warga Mojokerto

Imron Arlado • Sabtu, 1 Juni 2024 | 00:04 WIB
EKSOTIS: Terdapat belasan rusa Jawa liar yang ada didalam eks pabrik spiritus tersebut. (Foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)
EKSOTIS: Terdapat belasan rusa Jawa liar yang ada didalam eks pabrik spiritus tersebut. (Foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mojokerto memiliki banyak bangunan kuno yang bersejarah.

Salah satunya pabrik spiritus yang berada di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

HIBURAN: Pengunjung sedang memberi makan rusa di depan gerbang eks pabrik spiritus Mojokerto. (Foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)
HIBURAN: Pengunjung sedang memberi makan rusa di depan gerbang eks pabrik spiritus Mojokerto. (Foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto)

Pabrik tersebut merupakan pabrik gula pada era kolonial Belanda.  Ini diketahui sejak awal pendiriannya tahun 1908. Namun, sayangnya pabrik tersebut terbengkalai begitu saja hingga saat ini.

Industri milik Belanda ini terdapat dua di tanah Jawa, yaitu di Wates Mojokerto dan Pabuaran Jawa Barat. Mojokerto dipilih Belanda sebagai tempat pembuatan tetes gula, karena bahan dasar dalam proses pembuatan spiritus memerlukan tetesan gula.

Dulu, sekitar daerah Mojokerto merupakan daerah yang banyak terdapat pabrik gula dari pada daerah lainnya.

Setelah lama terbengkalai, kini eks pabrik spiritus menjadi tempat penangkaran rusa Jawa liar.

Terdapat sekitar belasan rusa yang berada di dalam area pabrik tersebut.

Dengan adanya keberadaan rusa ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi warga setempat maupun pengemudi lalu lintas yang berlalu lalang.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh Mbah Amin dan Mbah Kasiati sebagai ladang usaha dengan menjual sayur kangkung untuk memberi makan rusa tersebut. Mereka berjualan kangkung kurang lebih 20 tahun silam.

”Awalnya waktu tahu disini ada rusa dan orang-orang banyak yang memberi sayuran kangkung, maka saya dan suami nekat untuk berjualan disini,” ungkap Mbah Amin dan Mbah  Kasiati, pasangan suami istri penjual kangkung.

Sayur kangkung yang dijual oleh pasangan suami istri tersebut dibanderol dengan harga Rp 5 ribu per ikat.

Menurutnya, penghasilan dari penjualan kangkung cukup untuk makan sehari-hari. Dalam sehari mereka dapat menghasilkan omzet sekitar Rp 150 ribu jika weekend. Meskipun harga kangkung yang dijualnya terbilang murah, namun masih banyak pengunjung sekitar yang membawa kangkung sendiri.

”Biasanya buka dari pagi jam 7.00 WIB hingga jam 11.30 WIB, kemudian dilanjut setelah ashar jam 15.00 hingga jam 17.00,” imbuhnya.

Saat berkunjung ke tempat ini, pengunjung hanya diperbolehkan memberikan makan di luar pagar. Rata-rata dikunjungi anak-anak.

Destinasi liburan ini sangat cocok untuk edukasi ke anak untuk memberi makan hewan yang bernyawa dan menyayanginya sehingga dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap hewan sekitar. (Zukria Amelia)


Editor : Imron Arlado
#wisata mojokerto