JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film terbaru dari Dev Patel aktor berdarah India, berjudul Monkey Man telah tayang di seluruh Bioskop Indonesia sejak 29 Mei.
Dev Patel merupakan aktor utama dalam film ini, selain itu ia juga menyutradarai film bergenre action thriller ini.
Naskah film Monkey Man ditulis oleh Dev Patel bersama dengan Paul Angunawela dan John Collee.
Selain Dev Patel, film ini juga dibintangi oleh Sharlto Copley, Pitobash, Vipin Sharma, Sikandar Kher, Adithi Kalkunte, serta Zakir Hussain.
Yang paling menarik dari film Monkey Man adalah pengambilan lokasi syuting di Batam, Indonesia dengan menggandeng sejumlah kru hingga pemeran pengganti dari Indonesia.
Film Monkey Man berkisah tentang seorang pemuda misterius melakukan balas dendam kepada orang yang telah tega membunuh ibunya.
Monkey Man dibuka oleh masa kecil Kid, seorang pemuda yang tinggal bersama ibunya bernama Neela.
Kid lalu tumbuh besar dengan didampingi kisah dari Hanuman sebagai inspirasi.
Pada suatu hari, Baba Shakti seorang guru spiritual yang begitu kejam di kota terdekat Yatana, mengirim Rana Singh selaku kepala polisi korup untuk mengusir penduduk desa dan merebut tanah milik mereka.
Rana Singh membantai seisi desa dengan begitu kejamnya. Namun, untungnya Neela mampu menyembunyikan Kid sebelum Rana membakar tubuhnya hingga tewas.
Setelah bertahun-tahun, Kid akhirnya menjadi seorang petarung bertopeng monyet di Kuil Harimau, di sebuah klub tinju bawah tanah.
Malam demi malam ia bertarung dengan mengenakan topeng tersebut dan dipukuli hingga berdarah-darah oleh para petarung yang lebih populer untuk mendapatkan uang.
Selain itu, Kid juga menjalankan misi lain yang bertujuan untuk membalas dendam atas kematian ibunya.
Secara diam-diam dan setelah bertahun-tahun Kid menahan amarahnya, akhirnya ia menemukan cara untuk menyusup ke kantong elit kota yang jahat dan menjalankan sebuah rencana balas dendam kepada Baba, yang kini telah menjadi sosok tokoh politik berpengaruh. Ia mengetahui bahwa Baba adalah dalang di balik pembantaian desa yang telah menewaskan ibunya itu. (Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado