Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Konsulat Jenderal Australia Berwisata Sejarah

Fendy Hermansyah • Jumat, 10 Juni 2022 | 12:27 WIB
KAGUM: Bupati Ikfina Fahmawati mendampingi Konsulat Jenderal Australia Fiona Hoggart bersama Wakilnya Anthony Clark berkeliling mengunjungi beberapa wisata sejarah di Trowulan.
KAGUM: Bupati Ikfina Fahmawati mendampingi Konsulat Jenderal Australia Fiona Hoggart bersama Wakilnya Anthony Clark berkeliling mengunjungi beberapa wisata sejarah di Trowulan.
Kagum dengan Warisan Kerajaan Majapahit
KUNJUNGAN Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya, Fiona Hoggart ke Kabupaten Mojokerto mempunyai nilai tawar tersendiri di sektor wisata. Sehingga, tak menjadi alasan bagi dunia untuk kagum terhadap benda cagar budaya yang menjadi warisan kerajaan Mapajahit.

Setelah kedatangan di Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/6) siang, Fiona Hoggart bersama Wakilnya Anthony Clark berkeliling mengunjungi beberapa wisata sejarah di Trowulan. Itu setelah keduanya tertarik dan kagum atas paparan Bupati Ikfina Fahmawati terkait destinasi wisata sejarah dan buatan yang dimiliki daerah dengan 18 kecamatan ini.

’’Dari kunjungan ini, banyak informasi yang sangat bernilai bagi pemerintah Australia. Sepertinya banyak peluang kerja sama yang patut ditindaklanjuti dalam beberapa bulan dan beberapa tahun berikutnya. Apalagi, tahun ini Indonesia sebagai Presiden G20,’’ ungkap Konjen Australia Fiona Hoggart, usai melihat dan mendengar paparan Bupati.

Konjen Australia diajak berkeliling ke wisata sejarah Museum Trowulan dan Buddha Tidur, terbesar di Indonesia. Di dua lokasi ini, mereka dibuat kagum atas kekayaan aset sejarah yang masih terjaga dan dilestarikan. ’’(Konjen) Punya ketertarikan peninggalan budaya kita, khususnya terkait Majapahit,’’ ungkap Ikfina.

Terlihat Fiona Hoggart bersama wakilnya Anthony Clark yang didampingi Bupati Mojokerto berkeliling menikmati koleksi benda purbakala berupa artefak dan penemuan arkeologi yang ada di dalam Museum Majapahit Trowulan.

Mereka begitu, antusiasme melihat situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang terawat baik. Mereka dipandu petugas museum menuju ke ruang koleksi batu dan tanah liat.

Di dalam ruang koleksi tersebut disampaikan tentang sejarah kerajaan Majapahit dan pengembangan kawasan cagar budaya Trowulan. ’’Satu per satu, bukti peninggalan kebesaran Majapahit ini dilihat, mereka juga cukup serius dan kagum saat mendengarkan penjelasan satu persatu benda cagar budaya tersebut,’’ paparnya.

Di dalam museum, Konjen Australia juga dipandu berkeliling melihat koleksi peninggalan Majapahit yang beragam dengan sejarah kebesarannya. Kunjungan Museum Majapahit ini berlangsung sekitar satu jam. Kemudian, jamuan dilanjutkan ke Maha Vihara Mojopahit, yang ada di Kampung Majapahit, Desa Bejijong.

Mereka disambut dengan pagelaran kesenian wayang. Kesenian wayang ini biasa dilakukan masyarakat sekitar wihara untuk menyambut tamu kenegaraan. Setelah menikmati pagelaran wayang, Konjen Australia beserta Bupati Ikfina menyempatkan mengunjungi patung Buddha Tidur. ’’Jadi ini adalah suatu kesempatan bagi kami, mudah-mudahan bisa mendapatkan tindak lanjut berbentuk kerja sama di berbagai bidang untuk kepentingan masyarakat kita, termasuk di sektor pariwisata,’’ tandas Ikfina.

Dari kunjungan ini, Ikfina juga banyak memaparkan Kabupaten Mojokerto dari berbagai aspek. Mulai dari sejarah. Wilayahnya merupakan pusat Kerajaan Majapahit yang didirikan Raden Wijaya tahun 1293 masehi. Sehingga, banyak situs purbakala yang kini menjadi destinasi wisata sejarah.

Secara geografis, Kabupaten Mojokerto berada di kaki Gunung Penanggungan dan Welirang, yakni Kecamatan Pacet dan Trawas. Oleh sebab itu, banyak objek wisata alam berupa air terjun, pemandian air panas dan tempat nongkrong yang asyik di dua kecamatan tersebut. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kagum warisan sejarah majapahit #konsulat australia #sejarah majapahit #konjend australia #journey