Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tradisi Nyadran Sambut Ramadan, Warga Arak Tumpeng Agung

Moch. Chariris • Kamis, 17 Maret 2022 | 20:15 WIB
PAWAI BUDAYA: Warga mengangkat Tumpeng Ageng Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon dalam tradisi arakan nyadran.
PAWAI BUDAYA: Warga mengangkat Tumpeng Ageng Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon dalam tradisi arakan nyadran.
KOTA - Menyambut bulan suci Ramadan, warga Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menggelar tradisi nyadran, Kamis (17/3) pagi. Ratusan warga, dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia antusias mengikuti tradisi yang setiap tahun digelar ini.

Tradisi nyadran diawali dengan kirab Tumpeng Ageng. Tumpeng setinggi 1,5 meter dan berat 80 kilogram diangkat oleh 39 orang warga. Tumpeng berbentuk gunungan itu diarak keliling Kelurahan Blooto dengan diiringi kesenian Reog Ponorogo, barongan, serta pawai budaya.

Kirab dimulai dari Jalan Raya Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto menuju Makam Mbah Jimat. Mbah Jimat adalah sesepuh yang dikenal sebagai tokoh mbabah desa, Lingkungan Kemasan.

”Nyadran ini merupakan tradisi turun-temurun, bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta” ungkap Wahyudi, 52, tokoh masyarakat. Setelah diarak keliling, Tumpeng Ageng lantas diletakkan di tengah area Makam Mbah Jimat bersamaan dengan tumpeng, jajanan tradisional lainnya, hingga serabi yang dibawa warga secara mandiri.

Seusai doa bersama, tumpeng lalu diperebutkan warga. ”Serabi yang dicetak bunder (bulat), ini bermakna kebulatan tekad warga Lingkungan Kemasan,” tandas Wahyudi. (ibnu kawakib/ris)

Editor : Moch. Chariris
#tradisi keresan #musik tradisional #Kota Mojokerto #bulan ramadan