JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Nostalgia. Itulah yang dirasakan banyak penonton saat Justin Bieber kembali membawakan lagu That Should Be Me di panggung Coachella. Lagu yang dirilis sejak awal kariernya ini kembali dibawakan oleh sang legenda.
Secara garis besar, That Should Be Me menceritakan tentang ‘cinta yang datang terlambat’. Seseorang yang baru menyadari perasaannya ketika semuanya sudah tidak bisa kembali seperti semula. Lagu ini relatable bagi banyak orang yang pernah merasa “harusnya aku”.
Salah satu lirik yang paling ikonik adalah:
“That should be me holding your hand”
yang berarti “Seharusnya aku yang menggenggam tanganmu.”
Kalimat ini menunjukkan ekspresi penyesalan dan keinginan yang tidak terwujud. Dalam bahasa Inggris, frasa “that should be me” sering digunakan untuk mengungkapkan harapan yang tidak terjadi.
Contoh penggunaan lain:
- That should be me in that position.
(Seharusnya aku yang ada di posisi itu.) - That should have been me.
(Seharusnya itu aku — tapi sudah terlambat.)
Selain itu, kata “should” dalam lagu ini juga menarik untuk dibahas. Biasanya, should digunakan untuk memberi saran, seperti “You should study harder.” Namun, dalam konteks lagu ini, should digunakan untuk menyatakan penyesalan atau sesuatu yang seharusnya terjadi di masa lalu, tetapi tidak terjadi.
Lirik lain yang tak kalah menarik adalah:
“That should be me making you laugh”
(Seharusnya aku yang membuatmu tertawa)
Baca Juga: Atap Terminal Mojokerto yang Ambrol Segera Diperbaiki Dishub Jatim
Pengulangan kalimat ini memperkuat emosi dalam lagu, sekaligus menegaskan rasa kehilangan yang terus teringat.
Dari lagu ini, kita juga bisa belajar beberapa kosakata penting dalam bahasa Inggris lainnya, seperti:
- regret (penyesalan)
- jealous (cemburu)
- heartbroken (patah hati)
Ketiga kata ini sering muncul dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama saat membahas perasaan.
Baca Juga: Tempat Usaha Bahan Baku Obat Nyamuk di Mojokerto Terbakar
Pada akhirnya, That Should Be Me bukan hanya sekadar lagu tentang patah hati, tetapi juga tentang waktu dan kesempatan. Lagu ini mengingatkan bahwa dalam hubungan, bukan hanya perasaan yang penting, tetapi juga timing.
Karena terkadang, yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan, melainkan menyadari bahwa kita terlambat. RIRA
Editor : Imron Arlado