Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perjaka Tua Kepincut Janda

Fendy Hermansyah • Rabu, 14 Desember 2022 | 22:45 WIB
Photo
Photo
Dolen nang Lamongan gowo oleh-oleh
Mampir pantai tuku iwak bakarane
Ngrabi rondo kudu nduwe bondo akeh
Nek mung modal tresno karuan minggat wae


MUKIYO (nama samaran) masih tergolong muda. Namun, pria 32 tahun itu jatuh cinta dengan janda yang lebih tua. Meski terpaut sebelas tahun, itu tak menghalangi Mukiyo untuk mempersunting Tulkiyem.

Keduanya menjalin hubungan lantaran sering bertemu di pasar. Saat itu, Mukiyo sering kulakan beras, sedangkan Tulkiyem adalah juragan beras. Karena sudah sama-sama cocok, keduanya lalu memutuskan untuk segera menjalin hubungan resmi. Mukiyo pun memilih melamar Tulkiyem. ’’Mek nem wulan kenalane, langsung tak ajak kawin,’’ kata Mukiyo di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Mojokerto.

Waktu itu, Mukiyo mengaku diminta segera menikah karena dorongan ibunya yang ingin segera punya cucu. Sedangkan Tulkiyem, janda beranak dua itu mengaku lama kesepian dan butuh pendamping baru. Sebab, suami pertamanya meninggal dunia. ’’Pas iku ibuk ngrestui ketimbang dadi joko awet. Yo akhire tak lamar,’’ tambahnya.

Satu tahun pernikahan berjalan, Mukiyo mengutarakan keinginannya untuk memiliki buah hati pernikahannya dengan Tulkiyem. Tapi dia harus gigit jari, karena istrinya tak mau repot mengurus bayi lagi. ’’Dekne pingin santai. Gak gelem ribet nduwe bayi,’’ keluh warga Kecamatan Magersari ini.

Ditambah lagi, dua anak Tulkiyem sudah besar. Yang pertama sudah lulus dari SMA, sedangkan yang kedua sudah kelas dua SMA. Mendengar jawaban seperti itu, Mukiyo kecewa. Namun dia masih bertahan dengan alasan masih cinta.

Tahun kedua, rumah tangga mereka dihadapkan dengan ujian. Usaha sang istri bangkrut karena kena tipu. Bersamaan dengan itu, Mukiyo juga sering mendengar slentingan tak enak dari keluarga sang istri. Mukiyo kerap dituding selama ini hanya bisa numpang hidup. Awalnya dia memilih cuek.

Tapi lama kelamaan, omongan itu membuat kuping Mukiyo panas. Belum lagi, Tulkiyem jadi kerap ngomel-ngomel dan berujung pada pertengkaran. ’’Nek geger wes koyok pasar malam. Mending mundur daripada nggak dihargai,’’ jelasnya.

Mukiyo pun memilih kembali ke rumah orang tuanya. Hingga akhirnya, Mukiyo nekat menjatuhkan talak pada Tulkiyem ke meja hijau. ’’Timbangane loro ati, yo mending dadi duda. Kan iso golek bojo maneh mumpung sek enom,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #perjaka tua #Majapahit #jangan baca #janda #Mojopahit #kepincut #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde