KOTA – Mitigasi bencana alam di lingkup penjara terus dioptimalkan. Untuk mengantisipasi potensi gempa bumi yang bisa terjadi kapan pun, Lapas Kelas II-B Mojokerto menggandeng BPBD Kota Mojokerto untuk menggelar simulasi dan mitigasi penanggulangan bencana, Jumat (2/10).
Kegiatan di aula utama lapas ini digelar lantaran lingkungan penjara dinilai punya tantangan dan kerawanan tersendiri. Kondisi kamar hunian yang terkunci, lorong sempit dan padat, serta pentingnya komando petugas menjadi aspek utama pentingnya kesiapsiagaan sehingga situasi tetap terkendali saat bencana terjadi.
Ada sejumlah poin penting yang disampaikan BPBD Kota Mojokerto. Pertama, bencana gempa bumi yang tak bisa diprediksi menuntut kewaspadaan petugas lapas maupun setiap warga binaan. Mereka dibekali teknik penyelamatan pada 30 detik pertama saat gempa terjadi melalui prinsip merunduk (drop), melindungi kepala dan leher (cover), serta berpegangan (hold on).
Khusus untuk kondisi sel terkunci tanpa meja, para narapidana (napi) bisa mengambil posisi aman dengan merapat ke dinding utama atau pilar beton. Kemudian matras atau bantal difungsikan sebagai pelindung kepala sambil menjauhi kepingan kaca dan lampu gantung.
Tak hanya itu, alur evakuasi pascagempa terjadi turut disampaikan. Petugas dan warga binaan diarahkan membagi peran. Petugas mesti sigap membuka gembok sel sesuai SOP (standar operasional prosedur) darurat dan mengamankan jalur. Sementara para napi diarahkan berjalan cepat dan tertib menuju titik kumpul terbuka sekaligus membantu jika ada rekan terluka.
”Kesiapsiagaan bencana membutuhkan pemahaman dan kerja sama semua pihak. Melalui simulasi bencana ini, harapan kami petugas maupun warga binaan bisa memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana sehingga penanganan dapat berjalan sesuai prosedur dengan mengutamakan keselamatan,” ungkap Kalapas Kelas II-B Mojokerto Arifin Akhmad.
Menurutnya, kegiatan ini penting dalam menggembleng seluruh jajaran dan penghuni sel penjara saat menghadapi situasi darurat. Selain diajak praktik simulasi penanggulangan bencana, petugas lapas turut menerapkan evakuasi darurat di lingkungan penjara. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto