KOTA - Ancaman kemarau panjang imbas fenomena El Nino memicu sejumlah kerawanan di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. Mengantisipasi potensi terjadinya karhutla hingga kekeringan, kepolisian merangkul para kepala desa yang tergabung dalam Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Mojokerto.
Langkah mitigasi ini dimatangkan dalam forum yang digelar di Aula Rupatama Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (20/8). Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto mengutarakan, cuaca ekstrem pada puncak musim kemarau saat ini dimungkinkan rentan memicu kekeringan hingga memantik titik api di area rawan.
’’Fenomena El Nino yang membuat lingkungan kering juga bisa memicu percikan dan titik api. Terakhir terjadi kebakaran di wilayah Dawarblandong, dan bisa segera diatasi oleh anggota di lapangan,’’ ungkapnya.
Tak hanya itu, kepolisian turut menekankan agar potensi kekeringan di utara Sungai Brantas turut diwaspadai. Pihaknya juga membuka pintu kolaborasi bagi pemerintah desa yang wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih agar segera mendapat solusi dan teratasi. Pun begitu jika ada infrastruktur seperti jembatan yang kondisinya rusak.
Langkah ini, kata kapolres, segaris agar fenomena El Nino tak berdampak signifikan terhadap program ketahanan pangan yang ada di penjuru desa. ’’Untuk program ketahanan pangan, kami bekerja sama dengan Dinas Pertanian melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Harapannya ini bisa tergarap optimal hingga panen raya serentak nanti,’’ tandas Herdiawan.
Langkah kepolisian ini pun disambut baik oleh para kepala desa. Pembina PKDI Kabupaten Mojokerto Agus Siswahyudi memastikan seluruh kades di wilayah utara Sungai Brantas bakal menjadi garda terdepan bersama masing-masing Bhabinkamtibmas. ’’Kami pastikan kolaborasi di tingkat desa akan terus dipertahankan, sehingga segala potensi gangguan kamtibmas maupun kebutuhan mendesak warga bisa langsung tertangani dengan baik,’’ ucap Kepala Desa Cinandang, ini. (vad/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto