Sepekan Dirawat di RS, Korban Ledakan SPPG Mojokerto Meninggal

Indah Oceananda • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:54 WIB
DISEMAYAMKAN: Jenazah Edi Suyanto, salah satu korban ledakan tabung elpiji di SPPG Medali, Kecamatan Puri saat tiba di rumah duka di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kamis (20/8). (Indah JPRM)
DISEMAYAMKAN: Jenazah Edi Suyanto, salah satu korban ledakan tabung elpiji di SPPG Medali, Kecamatan Puri saat tiba di rumah duka di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kamis (20/8). (Indah JPRM) 

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman 

KABUPATEN – Sepekan berjuang menjalani perawatan intensif, Edi Suyanto, teknisi gas elpiji yang alami luka bakar hingga 90 persen meninggal dunia. Korban ledakan tabung elpiji di gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Kamis (20/8) pagi. 

Jenazah warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis ini tiba di rumah duka sekitar pukul 11.39 WIB. Isak tangis keluarga pecah saat melihat jenazah di dalam peti kayu. Pantauan di lokasi, jenazah disemayamkan di ruang tamu rumah duka sebelum disalati dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 12.30 WIB. Warga mengiringi hingga ke pemakaman yang berjarak sekitar 150-200 meter dari rumah. 

Camat Jetis Tri Cahyo Harianto mengaku baru mendapat kabar duka tersebut kemarin (20/8) pagi. ”Iya, beliau warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Namun, kita tidak tahu kronologi seperti apa karena lokasi kejadian di Kecamatan Puri, baru dapat informasi beliau meninggal tadi (kemarin, Red) pagi,” katanya. 

Seperti diketahui sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, Edi sedang memperbaiki pipa sambungan elpiji di dapur SPPG yang sebelumnya tersumbat. Nahas, saat perbaikan berlangsung tiba-tiba terjadi ledakan. 

Akibat kejadian itu, Edi mengalami luka bakar 90 persen di sekujur tubuh. Ia sempat dilarikan ke RS Gatoel, lalu dirujuk ke RSUD Soetomo Surabaya pada Jumat (14/8) pagi. Takdir berkata lain, Edi mengembuskan napas terakhir setelah berjuang selama kurang lebih sepekan. 

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata turut membenarkan korban yang merupakan teknisi mitra dari SPPG Medali. Akan tetapi, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan. ”Namun, korban tidak ada kaitannya dengan SPPG, beliau sebagai mitra bukan sebagai organiknya SPPG. Untuk kematiannya, sementara kalau polisi fokus masih lidik, hasilnya belum tahu,” ujarnya kepada wartawan. 

Andi Yudha menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya dugaan tindak pidana. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mendatangkan Inafis Polda Jatim. ”Detailnya sejauh ini kami belum menemukan adanya dugaan tindak pidana. Kita juga tidak bisa menduga ada kelalaian karena belum menemukan evidence yang mendukung. Olah TKP sejak awal sudah kita lakukan,” jelasnya. 

Ia menambahkan, keluarga korban juga menyadari hal tersebut merupakan risiko pekerjaan teknisi. Untuk dua korban lainnya yang masih dirawat, Polres belum mendapat informasi secara lengkap. ’’Belum ada yang kita mintai keterangan dengan mengundang (pihak SPPG, Red), semua lidiknya di lapangan,’’ tandasnya. Hingga berita ini ditulis, SPPG Medali masih menghentikan sementara operasionalnya untuk proses investigasi internal. (oce/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
dapur mbg meledak sppg medali ledakan sppg Sppg mojokerto korban ledakan