Modus Pencurian Baru lewat Google Maps untuk Bidik Target dan Petakan Gedung

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:07 WIB
SINDIKAT: Salah satu pelaku pembobol brankas, Muis Afandi Tuarita (MAT), memeragakan modus pencurian menggunakan aplikasi Google Maps di ruang penyidik Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto, Rabu (12/8). (Rizal JPRM)
SINDIKAT: Salah satu pelaku pembobol brankas, Muis Afandi Tuarita (MAT), memeragakan modus pencurian menggunakan aplikasi Google Maps di ruang penyidik Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto, Rabu (12/8). (Rizal JPRM)

KABUPATEN - Terungkapnya kasus pencurian oleh komplotan pembobol brankas di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet oleh Polres Mojokerto sekaligus membuka tabir modus kejahatan baru. Dari tiga orang pelaku yang berhasil tertangkap, sindikat pencurian antarprovinsi ini mengaku memanfaatkan Google Maps dalam melakukan aksi. 

Kawanan pencuri yang dibekuk adalah Muis Afandi Tuarita (MAT), 43, asal Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah; Hendra (H), 33, warga Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis; dan Sumarmo (S), 50, asal Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Selain itu, terdapat dua pelaku lainnya, yakni NU dan SU yang kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan dalam pengejaran. 

Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada menyebutkan, komplotan pencuri yang membobol brankas kampus ini merupakan sindikat profesional. Bahkan, sebelum menjalankan operasi di Ruang Biro Administrasi Umum dan Keuangan UAC pada Kamis (23/7) lalu, mereka telah melancarkan aksi di sejumlah daerah.

Memang yang bersangkutan ini adalah komplotan atau sindikat. Jadi sudah melakukan lebih dari sekali ini dengan modusnya yang kurang lebih sama,” terangnya. 

Dalam modus operandinya, mereka merencanakan aksi dengan cukup matang. Sebelum melakukan eksekusi, papar Grandika, para pelaku lebih dulu mencari target sasaran secara acak melalui aplikasi Google Maps. ”Jadi mereka itu hunting mencari lokasi-lokasi yang sekiranya ada barang-barang (berharga). Caranya hunting itu lewat aplikasi Google Maps tempat-tempat atau kantor-kantor yang berpotensi untuk bisa dimasuki,” paparnya. 

Bahkan, setelah menemukan calon target, sindikat ini juga masih menimbang dengan menelusuri rekam jejak digital dari tempat atau perkantoran yang akan disasar. Jika pernah termuat pemberitaan pernah terjadi kasus pencurian, mereka akan kembali mencari sasaran lainnya yang belum pernah kebobolan. 

”Yang menjadi bahan pertimbangan adalah yang dekat dengan sawah. Kenapa sawah? karena mereka akan masuk dari persawahan kemudian menuju ke gedung yang dimaksud,” beber Grandika. 

Melalui aplikasi Google Maps, sindikat pencuri mengamati tata letak gedung yang dilihat dari mode peta satelit. Mereka kemudian mematangkan cara menerobos sekaligus rute melarikan diri. 

Grandika mengatakan, mereka juga membidik ruangan di dalam gedung melalui foto-foto yang diunggah di aplikasi. Metode kejahatan ini diotaki oleh Muis yang juga berperan sebagai eksekutor saat membobol brankas di UAC Pacet. ”Yang bersangkutan mengakui melihat semua itu dari Google Maps. Jadi, kan ada juga foto-foto itu kemudian dibuka, di-profiling, sehingga bisa diperkirakan letak kantor utamanya lalu dia masuk ke situ,” paparnya. 

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan menambahkan, kawanan pencuri mencari target sasaran secara acak. Karenanya, di beberapa lokasi yang pernah disasar pembobolan kadang tidak membuahkan hasil. ”Pengakuan para tersangka ini ada beberapa TKP (tempat kejadian perkara), ada di Sumatera, ada di Bali juga. Cuma mungkin belum ada hasil, tapi masih dalam pendalaman lagi,” imbuhnya. 

Dalam aksinya, mereka juga terbilang piawai. Karena lima kawanan pencuri ini mampu membobol dan menguras seluruh isi brankas yang dilaporkan berisi Rp 1,4 miliar dalam waktu singkat. ”Kurang lebih tidak sampai 1 jam proses mereka beraksi, ini merupakan sindikat profesional,” tandasnya. 

Terungkap Berkat Rekaman CCTV

Sementara itu, berkat rekaman CCTV (closed circuit television), komplotan antarprovinsi ini akhirnya berhasil diringkus Unit Resmob Satrekrim Polres Mojokerto. Berawal dari penangkapan Sumarmo di area kantin Universitas Muhammadiyah Klaten, Jumat (31/7), polisi juga menciduk Muis dan Hendra di Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Selasa (4/8) lalu. 

Kini, Satreskrim Polres Mojokerto masih mengejar dua pelaku lainnya yang masih buron. ”Semuanya residivis kasus yang sama, kecuali H kasus yang berbeda,” tandas Aldhino. (ram/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
modus google maps pencurian aru kampus UAC dibobol pembobolan brankas