PURI - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim menyelidiki ledakan berujung kebakaran di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali alias Medali 1, Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dalam olah TKP yang digelar Jumat (14/8), petugas menyita sejumlah material sisa ledakan di dapur makan bergizi gratis (MBG) tersebut.
Tim Labfor turun ke lokasi bersama tim Inafis Polda Jatim dan Inafis Satreskrim Polres Mojokerto. Petugas memeriksa kondisi bangunan yang telah porak-poranda akibat ledakan. Polisi juga memeriksa setiap sudut area dapur yang berkaitan dengan sumber ledakan dan kebakaran. Usai melakukan pemeriksaan, sejumlah personel membawa beberapa benda yang dikemas dalam plastik.
Material tersebut antara lain berupa potongan pipa kecil, sandal korban ledakan, serta sisa tabung gas yang telah hancur. Seluruh barang bukti dibawa ke Polda Jatim guna menyelidiki penyebab insiden ledakan yang disusul dengan kebakaran. ’’Kami datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya peristiwa tersebut,’’ kata Kompol Sukris Trihartono yang memimpin tim polda di lokasi, Jumat (14/8).
Sebelumnya, ledakan keras disertai kobaran api melanda SPPG Mojokerto Puri Medali hingga menyebabkan bangunan ambruk dan lima orang terluka, Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00. Sumber ledakan diduga berasal dari kebocoran tabung gas yang sedang diperbaiki karena mengalami masalah sumbatan pada saluran. Dapur MBG ini berada di bawah naungan Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group. Setiap hari, SPPG ini memasak 3.700 porsi MBG.
Para korban adalah Edy Suyanto, teknisi asal Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, yang sedang memperbaiki tabung gas. Dia mengalami luka bakar paling parah. Sempat dirawat di RS Gatoel, Kota Mojokerto, Edy dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya. Korban berikutnya, Kwin Lan, teknisi asal Dusun Clangap, Desa Mlirip, dengan luka bakar yang ditindaklanjuti dengan operasi bedah plastik di RS Gatoel. Kemudian Piter Nando, sopir teknisi asal Porong, Sidoarjo, dengan kondisi luka bakar signifikan. Ia sempat dirawat di RS Sakinah, Sooko, lalu dirujuk ke RSUD dr Iskak, Tulungagung.
Adapun, dua korban lain berasal dari karyawan SPPG, yakni Maulin Nikmah dan Robiatul Adawiyah, warga Dusun/Desa Medali. Keduanya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan di Puskesmas Puri. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto