PACET - Universitas KH Abdul Chalim di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto jadi sasaran aksi pencurian. Polres Mojokerto berhasil membekuk komplotan pencuri yang dikabarkan menggondol uang kampus sebesar Rp 1 miliar lebih.
Salah satu sumber internal Universitas KH Abdul Chalim menyebutkan, kejadian pencurian sudah berlangsung lebih dari dua pekan lalu, tepatnya pada Rabu (22/7). Dikatakannya, aparat kepolisian juga telah melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Jalan Tirtowening, Nomor 17, Desa Bendunganjati. ”Dari pihak APH (aparat penegak hukum) sudah ngecek ke lokasi kampus,” ujar sumber yang meminta identitasnya tak dipublikasikan, Minggu (9/8).
Belakangan, kata dia, beberapa saksi juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan polisi. Dari informasi yang diketahuinya, aparat mencari titik terang terkait aksi pencurian yang dikabarkan melenyapkan uang operasional kampus dengan nilai yang cukup fantastis ini. ”Yang hilang Rp 1 miliar lebih, sekitar Rp 1,4 miliar,” tandasnya.
Dijelaskannya, pelaku pencurian diduga menerobos kampus melalui MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam) yang bersebelahan dengan Universitas KH Abdul Chalim saat dini hari. Namun, tengara tersebut masih sebatas perkiraan karena kebetulan tidak semua kamera CCTV (closed circuit television) dalam kondisi menyala saat kejadian. ”Kebetulan saat itu posisi CCTV mendadak mati,” timpalnya.
Herannya lagi, kata dia, pelaku yang berjumlah lebih satu orang ini terindikasi langsung menuju ruang tata usaha (TU). Para pencuri kemudian mengobok-obok bagian keuangan hingga akhirnya berhasil menggondol uang operasional kampus. ”Malingnya kayak sudah ahli, karena langsung ke TU bagian keuangan. Padahal yang tahu lokasi penyimpanan itu hanya beberapa orang saja,” selorohnya.
Meski begitu, sosok pelaku sempat tersorot salah satu CCTV yang masih dalam kondisi aktif. Menurutnya, pencuri berjumlah dua orang yang masuk ke lingkungan kampus. ”Sempat terlihat CCTV, orangnya pakai penutup muka. Yang satu (kelihatan) agak gendut, yang satu agak kecil,” beber dia.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Mojokerto berupaya untuk meminta keterangan kepada pihak Universitas KH Abdul Chalim, Minggu (9/8). Namun, salah satu petugas sekuriti menyatakan bahwa tidak ada pengurus rektorat yang berada dalam kampus.
Saat dihubungi melalui sambungan seluler, Rektor Universitas KH Abdul Chalim Mauhibur Rokhman menyatakan belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian pencurian di kampus yang dipimpinnya. Dia meminta waktu karena sedang ada kegiatan. ”Saya masih ada pertemuan, coba nanti komunikasi lagi,” tuturnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto