PACET – Universitas KH Abdul Chalim di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menjadi sasaran aksi pencurian. Uang operasional kampus senilai sekitar Rp 1,4 miliar dikabarkan raib digasak komplotan maling.
Salah seorang sumber internal Universitas KH Abdul Chalim menyebut, pencurian tersebut terjadi lebih dari dua pekan lalu, tepatnya Rabu (22/7). Aparat kepolisian disebut telah melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kampus yang berada di Jalan Tirtowening, Dusun/Desa Bendunganjati.
’’Dari pihak APH (aparat penegak hukum) sudah mengecek ke lokasi kampus,’’ ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan tersebut.
Belakangan, sejumlah saksi juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, polisi masih berupaya mengungkap pelaku pencurian yang diduga menggasak uang operasional kampus dengan nilai mencapai miliaran rupiah. "Yang hilang Rp 1 miliar lebih, sekitar Rp 1,4 miliar," tandasnya.
Dia menjelaskan, pelaku diduga masuk ke lingkungan kampus melalui area MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam) yang berada di sebelah Universitas KH Abdul Chalim. Aksi tersebut diperkirakan berlangsung pada dini hari.
Namun, dugaan mengenai jalur masuk pelaku masih dalam penyelidikan. Sebab, tidak seluruh kamera CCTV di lingkungan kampus dalam kondisi aktif ketika kejadian berlangsung. "Kebetulan saat itu posisi CCTV mendadak mati," timpalnya.
Menurut dia, pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang juga terindikasi langsung menuju ruang tata usaha (TU), khususnya bagian keuangan. Pelaku kemudian mengobrak-abrik ruangan tersebut sebelum membawa kabur uang operasional kampus.
"Malingnya seperti sudah tahu lokasi. Karena langsung menuju TU bagian keuangan. Padahal, yang tahu lokasi penyimpanan itu hanya beberapa orang," ujarnya.
Meski demikian, aksi tersebut sempat terekam salah satu kamera CCTV yang masih aktif. Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang memasuki lingkungan kampus. Keduanya disebut mengenakan penutup wajah.
"Sempat terlihat CCTV. Orangnya pakai penutup muka. Yang satu agak gemuk, yang satu agak kecil," bebernya.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Mojokerto berupaya meminta keterangan pihak Universitas KH Abdul Chalim terkait kejadian tersebut. Namun, saat didatangi kemarin (9/8), petugas sekuriti menyatakan tidak ada pihak rektorat yang berada di lingkungan kampus.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rektor Universitas KH Abdul Chalim Mauhibur Rokhman menyatakan belum dapat memberikan keterangan terkait pencurian tersebut. Dia meminta waktu karena sedang menemui tamu. "Saya masih ada pertemuan. Coba nanti komunikasi lagi," tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Pacet AKP MK Umam belum merespons saat dihubungi melalui telepon kemarin. Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan juga belum memberikan tanggapan terkait dugaan pencurian di lingkungan kampus tersebut. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto