Lapas Mojokerto Overkapasitas, Ratusan Napi Dirontgen

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 04:27 WIB
SKRINING: Narapidana Lapas Kelas II-B Mojokerto saat menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penyakit TBC, Rabu (5/8). (Adi JPRM)
SKRINING: Narapidana Lapas Kelas II-B Mojokerto saat menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penyakit TBC, Rabu (5/8). (Adi JPRM) 

Upaya Deteksi Dini TBC dan Cegah Penularan

KOTA – Potensi penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC) di lingkungan Lapas Kelas II-B Mojokerto terus diantisipasi. Kemarin (5/8), ratusan narapidana (napi) menjalani pemeriksaan kesehatan dengan foto rontgen dada untuk mendeteksi penyakit menular tersebut.

Kalapas Kelas II-B Mojokerto Arifin Akhmad mengatakan, pelaksanaan skrining melibatkan petugas klinik lapas bersama tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto, RSUD Wahidin Sudiro Husodo, dan Puskesmas Gedongan. Sebelum menjalani rontgen di mobil X-ray digital, para napi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal.

Menurutnya, rontgen dada berguna untuk mendiagnosis penyakit TBC yang bersarang di paru-paru. Pemeriksaan menggunakan sinar X-ray ini dapat menunjukkan kondisi abnormal pada organ dalam penderita. Arifin menyebut, pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi potensi kasus TBC secara cepat. Harapannya, penanganan dan tindak lanjut medis dapat segera diberikan guna mencegah penularan yang lebih luas.

Dengan deteksi dini melalui skrining TBC, kami berharap kesehatan warga binaan tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan lapas yang sehat dan bebas dari penyebaran penyakit menular, jelasnya.

Potensi penularan TBC di lapas cukup tinggi. Risiko ini salah satunya dipengaruhi kondisi lingkungan penjara yang sesak dan sirkulasi udara terbatas. Saat ini, jumlah warga binaan di lapas mengalami overkapasitas. Dari kapasitas normal 344 orang, penghuninya mencapai sekitar 900 orang.

Karena itu, skrining penyakit menular dan mematikan itu digelar secara rutin. Sebelumnya, Jumat (24/7) lalu, pemeriksaan TBC sudah lebih dulu menyasar 100 napi. Selain mencegah penularan, langkah deteksi dini ini menjadi upaya memenuhi hak warga binaan menjalani pembinaan dengan kondisi sehat.

Kegiatan serupa kami harapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif, tandas Arifin. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
lapas overload napi dirontgen pemeriksaan kesehatan lapas mojokerto