Deteksi Dini Persebaran HIV di Tempat Prostitusi Terselubung
KABUPATEN – Tingginya angka penularan HIV/AIDS yang mulai menyasar usia anak-anak, pelajar, hingga usia produktif di Kabupaten Mojokerto menjadi atensi serius pemerintah daerah (pemda). Satpol PP Kabupaten Mojokerto bakal kembali menggelar razia secara masif ke sejumlah warung remang-remang dan tempat prostitusi terselubung di bumi Majapahit.
Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto M. Taufiqurrahman menyatakan, maraknya tempat prostitusi terselubung diduga kuat menjadi salah satu faktor persebaran penyakit menular tersebut. Setidaknya kondisi itu dibuktikan pasca ditemukannya tiga wanita tunasusila yang terjaring dalam razia sebelumnya terdeteksi positif HIV dengan status kasus baru.
’’Ini sangat memprihatinkan. Makanya kami bersama dinas kesehatan bakal gencarkan razia ke tempat prostitusi terselubung yang diduga kuat menjadi salah satu tempat penyebaran kasus penyakit menular tersebut,’’ ungkapnya, kemarin (28/7).
Taufiqurrahman menjelaskan, penyisiran ke warung remang-remang ini ditujukan sebagai upaya deteksi dini. Sekaligus memutus mata rantai persebaran HIV yang kian mengkhawatirkan. Saat ini, pihaknya tengah mematangkan pemetaan lokasi sebelum menerjunkan personel ke lapangan secara serentak.
Tahap pemetaan, lanjutnya, dengan menginventarisasi warung remang-remang yang terindikasi menyediakan tempat prostitusi terselubung. Selanjutnya mengidentifikasi, memastikan data, dan menetapkan pola operasional lokasi sasaran.
Berikunya dilanjutkan tahap penindakan, bergerak melakukan penyisiran dan penertiban bersama tim gabungan. ’’Jadi, saat ini kami sedang melakukan pemetaan mana-mana warung yang bakal menjadi sasaran operasi. Setelah kami petakan, kami identifikasi, kita langsung bergerak,’’ tegasnya.
Ia menuturkan, penanganan tidak berhenti pada penertiban di lokasi saja. Para wanita tunasusila yang nantinya terjaring dan teridentifikasi mengidap HIV akan terus dipantau. Baik dari segi keberadaan maupun kontinuitas pengobatan melalui kerja sama dengan dinas terkait.
’’Kami menaruh perhatian khusus agar keberadaan prostitusi terselubung tidak menjadi bumerang bagi daerah dan merusak masa depan generasi muda di Mojokerto,’’ paparnya.
Berdasarkan data penyebaran kasus human immunodeficiency virus (HIV) kondisinya kini memang cukup mengkhawatirkan. Penyakit menular tersebut tidak hanya menyerang kelompok usia dewasa, namun dari total 1.624 kasus, setidaknya 139 orang terdeteksi dialami usia anak-anak hingga pelajar.
Data Dinkes Kabupaten Mojokerto menunjukkan kelompok usia 19-24 tahun menjadi penyumbang kasus HIV sebanyak 103 kasus, diikuti kelompok anak-anak di bawah 12 tahun yang umumnya terpapar dari faktor transmisi vertikal (ibu ke anak) dengan 25 kasus.
Kemudian, kalangan remaja usia 16-18 tahun (setingkat SMA/SMK) dengan 8 kasus, dan usia 13-15 tercatat ada 3 kasus. ’’Angka ini menjadi alarm keras bagi kami untuk memperketat pengawasan lingkungan sosial,’’ pungkas Taufiqurrahman. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto