KOTA - Meski polisi telah meringkus Budi Ansyah, 38, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di empat lokasi wilayah Kota Mojokerto, potensi kriminalitas serupa tetap membayangi warga. Polres Mojokerto Kota meminta warga tidak sembrono dan mewaspadai curanmor yang belakangan ini kembali marak terjadi.
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Mangara Panjaitan menuturkan, aksi kejahatan curanmor kini tidak memandang waktu dan lokasi. Tren kriminalitas akhir-akhir ini menunjukkan pelaku cenderung nekat beraksi di siang hari maupun di lokasi padat penduduk. ’’Seperti pelaku BA ini, dia memetik (mencuri motor, red) yang TKP-nya di pinggir jalan raya maupun parkiran tempat ibadah,’’ ungkapnya, kemarin (20/7).
Ia menyebut, warga yang lengah dengan memarkir motor sembarangan tanpa mengunci setang maupun lupa mencabut kunci justru memberi kesempatan maling berangksi. Ada langkah sederhana yang bisa dilakukan warga untuk mempersempit ruang gerak maling. Yakni, menggunakan kunci ganda, pilih lokasi parkir yang terpantau. Juga, fungsikan pengaman kunci magnetik. ’’Yang paling sederhana, selalu mengunci setang dan mencabut kuncinya setiap turun dari motor,’’ beber Mangara.
Kini, kepolisian melakukan peningkatan patroli rutin pada titik-titik dan jam rawan untuk menekan potensi kriminalitas. Pihaknya juga meminta warga agar tidak ragu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat jika mendapati indikasi kriminalitas di lingkungan sekitar. ’’Dari Satreskrim sendiri telah menyiagakan Tim URC (unit reaksi cepat) dan meningkatkan kring serse,’’ tandas kasatreskrim. (vad/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto