Terungkap saat Operasi Pekat Satpol PP di Jetis dan Dlanggu
KABUPATEN - Penyebaran virus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Mojokerto kian mengkhawatirkan. Pasalnya, tiga dari lima wanita tuna susila yang berhasil diamankan Satpol PP Kabupaten Mojokerto di dua lokasi warung remang-remang belakangan terdeteksi positif mengidap penyakit menular tersebut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto M. Taufiqurrahman mengungkapkan, operasi penyakit masyarakat (pekat) yang belakangan gencar dilakukan, salah satunya bertujuan untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di bumi Majapahit.
Hasil operasi yang digelar penegak peraturan daerah (perda) ini dibuat terkejut lantaran sejumlah wanita tuna susila yang diamankan dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. ’’Dari hasil operasi penindakan gangguan ketertiban umum yang menyasar praktik prostitusi terselubung ini kami mendapati lima tuna susila. Tiga di antaranya positif mengidap HIV/AIDS,’’ ungkapnya, kemarin (19/7).
Operasi ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Pelindungan Masyarakat.
Lima wanita tuna susila itu diamankan dari dua tempat berbeda. Masing-masing di wilayah Kecamatan Jetis dan Kecamatan Dlanggu. Mirisnya, setelah dilakukan pemeriksaan medis, tiga di antaranya dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.
’’Jadi langkah operasi ini kami lakukan sebagai bentuk deteksi dini. Sekaligus pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Mojokerto. Salah satu faktor risikonya melintasi aktivitas prostitusi terselubung,’’ jelasnya.
Taufiqurrahman merinci, kali pertama petugas menyasar warung randu tengah alas di Desa Jogoroto, Kecamatan Jetis. Di lokasi ini, petugas mendapati dua pekerja perempuan yang sedang mangkal menunggu tamu.
Mereka diketahui berinisial SA 44, dan S 43, keduanya asal Sidoarjo. Selanjutnya, di berikutnya, petugas melanjutkan penyisiran ke warung Ijo, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu. Di tempat ini, petugas mengamankan tiga wanita tuna susila yang sedang melayani tamu. Mereka berinisial R, 49, warga Mojoanyar; NK, 60, asal Gondang; dan M, 46, warga Puri.
’’Pasca diamankan, kelima pekerja tersebut langsung dibawa ke UPTD Pesanggrahan PMKS Majapahit untuk menjalani asesmen oleh dinas sosial (dinsos),’’ tegasnya.
Satpol PP juga bersinergi dengan dinas kesehatan (dinkes) melalui Puskesmas Sooko untuk melakukan pemeriksaan tes virus HIV/AIDS dan konseling. Hasil pemeriksaan medis ini cukup mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan. Menindaklanjuti hasil temuan ini mereka lantas diserahkan sepenuhnya kepada UPTD Pesanggrahan PMKS Majapahit, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Termasuk penanganan medis yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). ’’Peristiwa ini menjadi perhatian serius kita semua. Termasuk masyarakat juga kami minta mengawasi dan mengambil peran aktif menekan keberadaan prostitusi terselubung. Jangan sampai memberi ruang praktik amoral di lingkungan kita. Apalagi sampai ada yang positif HIV, ini sangat mengkhawatirkan,’’ pungkas Taufiqurrahman. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto