Temuan Mayat di Sekitar Exit Tol Gedeg Mojokerto
GEDEG - Teka-teki penemuan mayat seorang sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di sekitaran Exit Tol Gedeg bertahap terungkap. Diduga, Suyadi, 39, meninggal mendadak sebelum ditemukan mengambang di saluran air Dusun Pagerluyung Wetan, Desa Pegerluyung, Kecamatan Gedeg, Selasa (30/6) pagi.
’’Diduga korban mengalami serangan atau henti jantung sehingga meninggal dunia mendadak,’’ ungkap Kapolsek Gedeg AKP Dimas Adit Sutono, Rabu (1/7). Ia menguraikan, kepolisian tidak bisa membeberkan detil penyebab kematian ’’Pak Ogah’’ tersebut.
Sebab, keluarga korban menolak untuk diakukan autopsi. Tetapi, pihaknya memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. ’’Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun semacamnya. Karena itu, pihak keluarga sudah ikhlas dan menolak dilakukan autopsi,’’ bebernya.
Dari keterangan keluarga, lanjut Dimas, Suyadi tak memiliki riwayat sakit dan tidak pernah mengeluh sakit belakangan ini. Supeltas itu juga tidak punya masalah serius sebelumnya. ’’Korban hanya pernah ada masalah dengan orang tuanya, itu saja,’’ tandas kapolsek.
Diketahui sebelumnya, warga digegerkan penemuan mayat mengambang di saluran air sekitar Exit Tol Gedeg, Dusun Pagerluyung Wetan, Desa Pegerluyung, Selasa (30/6) pagi. Belakangan diketahui, jasad memakai celana hitam dan kaos biru muda itu merupakan Suyadi, warga setempat. Pria 39 tahun itu biasa menjadi supeltas atau ’’Pak Ogah’’ di simpang Exit Tol Gedeg saat malam hari. Mayat Suyadi ditemukan dua hari setelah terakhir kali diketahui keluar rumah. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah