Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pastikan Suroan di Kota Mojokerto Tanpa Konvoi

Martda Vadetya • Rabu, 24 Juni 2026 | 04:35 WIB
JAGA KETERTIBAN: Ketua IPSI Kota Mojokerto Deny Novianto saat menghadiri pengesahan warga PSHT di GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto, Selasa (16/6) lalu. (Martda JPRM)
JAGA KETERTIBAN: Ketua IPSI Kota Mojokerto Deny Novianto saat menghadiri pengesahan warga PSHT di GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto, Selasa (16/6) lalu. (Martda JPRM)

KOTA - Peringatan Suroan atau tahun baru Islam 1 Muharram 1448 H di Kota Mojokerto turut diatensi Ikatan Pencak Silat (IPSI) Kota Mojokerto. Induk organisasi perguruan silat di wilayah tiga kecamatan ini memastikan kegiatan Suroan tidak sampai mengganggu ketentraman masyarakat.

’’Alhamdulillah rangkaian kegiatan Suroan sampai saat ini berlangsung tertib dan kondusif. Tidak sampai ada gesekan di tengah masyarakat,’’ ungkap Ketua IPSI Kota Mojokerto Deny Novianto, kemarin (23/6).

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan besar yang kaitannya dengan perguruan silat pada peringatan malam Suro telah rampung digelar. Yakni, pengesahan ratusan warga PSHT di GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto, pada Selasa (16/6) malam. Sebanyak 9 perguruan silat yang tergabung dalam IPSI Kota Mojokerto digandeng untuk bersama menjaga kondusivitas.

’’Sebelum peringatan Suroan juga sudah kami sampaikan. Dan untuk PSHT Mojokerto Raya sudah diadakan dan berjalan dengan lancar dan sangat tertib, tidak ada kejadian,’’ terang anggota DPRD Kota Mojokerto, ini.

Untuk mencegah konvoi pesilat dalam kegiatan itu, lanjut Deny, seluruh peserta diakomodir dengan kendaraan jenis bus. Pasalnya, konvoi dinilai rawan memicu gangguan ketertiban di tengah masyarakat. ’’Di Kota Mojokerto tidak ada konvoi seperti di Surabaya kemarin,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, sejumlah langkah telah dilakukan IPSI untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam rangkaian peringatan Suroan ini. Baik adanya gesekan anterkelompok silat maupun pesilat dengan warga. Salah satunya, dengan melakukan kesepakatan bersama antaranggota IPSI. ’’Agar seluruh perguruan silat melakukan kegiatan dengan aman dan tertib. Kesepakatan bersama ini dibubuhkan dalam berita acara rapat,’’ papar politisi Partai Demokrat, ini.

Dengan begitu, pihaknya berharap masing-masing pesilat memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. ’’IPSI menekankan agar menjaga kondusivitas wilayah tidak hanya saat momen Suroan saja,’’ beber Deny.

Pihaknya turut menyoroti 80 orang pemuda yang diamankan Polres Mojokerto Kota saat konvoi pada Selasa (16/6) malam. Kelompok pemuda diduga oknum pesilat dari luar daerah itu diciduk saat arak-arakan di wilayah Sekar Putih, Jogging Track, dan Kedundung. Mereka diduga hendak membuat keributan seiring berlangsungnya pengesahan warga PSHT Mojokerto Raya di GOR Seni Majapahit.

’’Iya oknum, kita tidak bisa memantau karena tidak masuk dalam arahan kepengurusan. IPSI orientasinya menjaga kondusivitas dan yang terpenting prestasi di bidang olahraga beladiri,’’ tukas Deny. (vad/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#psht mojokerto #ipsi kota mojokerto #konvoi pesilat #pencak silat