KOTA - Ancaman peredaran narkoba di lingkungan penjara tampaknya tengah jadi perhatian serius. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lapas Kelas II-B Mojokerto melakukan tes urine terhadap ratusan sipir dan warga binaan.
Kasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas II-B Mojokerto I Dewa Ananta Wijaya mengatakan, terdapat 80 warga binaan dan 20 pertugas lapas yang menjalani tes urine.
Seluruh uji kandungan urine yang dilakukan tim BNNK Mojokerto itu menunjukkan hasil negatif. ”Tes ini kami lakukan secara acak guna memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tuturnya, kemarin (11/5).
Menurutnya, kegiatan tes urine di lingkungan lapas akan dilakukan secara berkala. Tak hanya terhadap napi dan tahanan, sipir pun turut menjadi sasaran.
Kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan razia kamar hunian untuk mencegah peredaran barang terlarang, seperti handphone (HP) dan narkoba. ”Terkait razia kamar hunian kami lakukan sebagai bentuk deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah