KABUPATEN - Satuan, 42, mengaku menyesali perbuatan yang menewaskan ibu mertua dan melukai istrinya. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha usai menjalani pemeriksaan penyidik, kemarin (7/5).
Satuan mengaku perbuatan keji yang dilakukannya berujung penyesalan. Akibatnya, Siti Arofah, ibu mertuanya tewas di tangannya sendiri usai ditikam dan disabet senjata tajam. Demikian dengan istrinya, Sri Wahyuni yang kini harus dirawat intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, setelah dianiaya tersangka. ”Kalau menyesal pasti menyesal” ungkapnya lirih.
Satuan mengaku nekat melakukan aksi kejam tersebut karena terdorong rasa kekesalan yang menumpuk. Dia merasa harga dirinya sebagai suami dilecehkan setelah menuding istrinya main serong dengan PIL. ”Istri saya selingkuh,” ujarnya.
Satuan juga menyebut tidak berniat untuk menghabisi ibu mertuanya. Dia mengaku melakukan perbuatannya secara spontanitas karena dilanda kepanikan saat Siti Arofah memergokinya menganiaya sang istri. ”Panik karena mertua datang, makanya langsung ambil (pisau) di dapur,” lontarnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah