Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cekcok Berujung Maut di Mojokerto, Ibu Mertua Tewas di Tangan Menantu

Rizal Amrulloh • Kamis, 7 Mei 2026 | 07:16 WIB

 

GARIS POLISI: Satreskrim Polres Mojokerto bersama tim inafis melakukan olah TKP untuk menyelidiki kasus pembunuhan dan penganiayaan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, kemarin (6/5). (Rizal JPRM)
GARIS POLISI: Satreskrim Polres Mojokerto bersama tim inafis melakukan olah TKP untuk menyelidiki kasus pembunuhan dan penganiayaan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, kemarin (6/5). (Rizal JPRM)

 

”Dugaan sementara permasalahan keluarga dan ekonomi, makanya kami proses penyelidikan dulu.”

AKP Aldhino Prima Wirdhan

Kasatreskrim Polres Mojokerto 

 

-         Pelaku juga Aniaya Istri hingga Alami Luka Parah 

-         Diduga Dipicu Cekcok Rumah Tangga dan Utang 

PURI - Peristiwa tragis terjadi di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kemarin (6/5) pagi. Seorang menantu tega menghabisi ibu mertua sekaligus menganiaya istrinya. 

Korban adalah Siti Arofah, yang tewas di tangan menantunya sendiri. Wanita 52 tahun ini meninggal dunia akibat dianiaya Satuan, 42. Bahkan, pelaku juga menyerang istrinya, Sri Wahyuni, 35, hingga mengakibatkan korban mengalami luka serius. Usai melampiaskan kekalapannya, pelaku kemudian melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). 

Kemarin (6/5), satreskrim bersama tim inafis telah mendatangi lolasi untuk melakukan penyelidikan. ”Setelah kami cek TKP, betul ada satu korban yang meninggal dunia,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan ditemui di TKP. 

Jenazah korban meninggal lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan otopsi. Sementara korban luka dilarikan ke IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dari lokasi kejadian, satreskrim juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya berupa senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban. ”Ada banyak yang kami amankan, ada senjata tajam dan beberapa alat lainnya,” tandasnya. 

Aldhino menambahkan, tragedi ini diduga dipicu akibat permasalahan keluarga yang berujung penganiayaan. ”Dugaan sementara permasalahan keluarga dan ekonomi, makanya kami proses penyelidikan dulu,” tandas dia. 

Kejadian ini awalnya diketahui saat warga setempat yang mencurigai gerak-gerik pelaku. M. Suroto, salah satu saksi mata menyebut melihat Satuan keluar dengan tergesa-gesa dari rumah yang dikontrak istrinya sekitar pukul 08.00. Saat itu, kondisi lengannya terdapat bercak darah. ”Karena tangannya ada darah, saya menduga ada peristiwa di dalam rumahnya,” beber dia. 

Pria yang juga Ketua RT 2 RW 1, Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, ini kemudian mengecek rumah Sri Wahyuni. Namun, niatnya untuk masuk ke dalam gagal karena pintu dalam keadaan terkunci. ”Saya berusaha melihat kondisi ke dalam lewat lubang angin-angin pintu, ternyata ada genangan darah di ruang tengah,” sebutnya. 

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke pamong desa setempat dan pihak berwajib, pintu rumah kemudian didobrak. Siti Arofah ditemukan dalam kondisi tewas dengan luka diduga akibat sabetan senjata tajam. Sedangkan Sri Wahyuni juga terluka parah, namun berhasil terselamatkan. Suroto mengaku tak mengetahui secara pasti motif tindakan yang dilakukan oleh pelaku. Namun, diperkirakan karena masalah rumah tangga. ”Sering (cekcok) karena faktor ekonomi dan juga utang,” imbuhnya. (ram/ris)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#cekcok berujung maut #ibu mertua tewas di tangan menantu #pembunuhan puri mojokerto #pembunuhan mojokerto