JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Aparat kepolisian berhasil menangkap empat pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang lansia di Pekanbaru, Riau.
Dari keempat pelaku tersebut, dua di antaranya terpaksa ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan saat proses penangkapan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (29/4) di kawasan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Korban diketahui merupakan seorang perempuan lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Diduga, korban menjadi sasaran perampokan yang disertai tindakan kekerasan.
Baca Juga: Serunya Makan Bareng Keluarga di Mojokerto, Dari Lesehan Asri hingga Resto Modern Favorit
Kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aktivitas para pelaku beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku berada di sekitar lokasi kejadian beberapa saat sebelum aksi dilakukan.
Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga 2 pelaku berhasil diamankan di wilayah Aceh Tengah, sementara dua lainnya ditangkap di wilayah Binjai Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku yang ditangkap berjumlah empat orang.
"Alhamdulillah, tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru, berhasil menangkap empat pelaku kasus curas (pencurian dengan kekerasan) yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," kata Muharman.
Baca Juga: Mei 2026 Penuh Tanggal Merah, Ini Daftar Libur dan Potensi Long Weekend
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa para pelaku memiliki keterkaitan dengan korban. Bahkan, salah satu pelaku diduga merupakan menantu korban, yang turut merencanakan aksi tersebut.
Dikutip dari Kompas com, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, salah satu wanita yang ada di dalam rekaman CCTV tersebut diduga adalah menantu korban.
"Yang ada di video CCTV itu, salah satunya kerabat korban, yaitu mantunya berinisial AF," kata Pandra yang juga didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua.
Baca Juga: Mozaic Fest 2026 Bercerita dan Bernostalgia lewat Harmoni Musik di Pelukan Alam
Pelaku diduga mengambil perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor dan handphone. "Yang membuat suami korban lebih sedih lagi, cincin emas pernikahan mereka hilang diduga diambil pelaku," sebut Pandra.
Saat ini, seluruh pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. RIRA
Editor : Imron Arlado