SEMENTARA itu, kecelakaan maut akibat gagal menanjak yang dialami kereta kelinci di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, kemarin (28/3) diduga akibat kondisi kendaraan yang tak sesuai spesifikasi. Kendaraan tersebut hasil modifikasi yang tak memenuhi standar keselamatan angkutan orang.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama mengatakan, kendaraan tak kuat menanjak karena kelebihan beban. Saat meluncur mundur, sopir diduga tak sempat melakukan pengereman. ’’Dikarenakan mungkin beban yang terlalu berat sehingga kendaraan ini tidak kuat nanjak,’’ jelasnya di Puskesmas Gondang, kemarin (28/3).
Menurutnya, penyidik Unitlaka bakal meminta keterangan sopir setelah kondisinya membaik. Pemeriksaan diperlukan untuk menyelidiki kecelakaan yang menewaskan seorang penumpang tersebut.
Yogie menyatakan, kereta kelinci tidak diperuntukkan sebagai angkutan orang. Menurut dia, kendaraan tersebut tak memenuhi standar. ’’Tentunya ini di luar spektek, di mana memang ini bukan bus, bukan roda empat, travel, maupun semacamnya. Jadi untuk kendaraan ini tidak sesuai spek,’’ tegasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah