Warga yang Dilaporkan Hilang, Diduga Alami Kecelakaan Tunggal di Jembatan
KABUPATEN - Misteri terkait penemuan motor tak bertuan di Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/3) lalu akhirnya terkuak. Namun, sang pengendara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Brantas diduga setelah mengalami kecelakaan tunggal.
Korban adalah Andika Permana, 37, warga Dusun Gelang, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari. Pemilik motor Honda Supra X bernopol W 6433 XQ ini sebelumnya dilaporkan hilang setelah motornya ditemukan tergeletak di Jembatan Ngrame, Kamis (12/3) dini hari.
Setelah tiga hari pencairan, jenazah korban berhasil ditemukan hanyut terbawa arus Sungai Brantas. Tepatnya di Dusun Bangkal, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/3) sore.
Kepala Dusun Bangkal Muhammad Wahyudi menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh pencari ikan. Warga melihat sesosok jenazah di aliran Sungai Brantas. ”Ditemukan tersangkut di bawah pohon waru sama warga yang sedang mencari ikan,” ujarnya, Sabtu (14/3).
Atas temuan tersebut, warga kemudian melaporkan kepada perangkat desa setempat. Selanjutnya, oleh petugas kepolisian dan tim gabungan BPBD Kabupaten Mojokerto yang tengah melakukan operasi pencarian langsung menuju ke lokasi penemuan jenazah.
Kapolsek Pungging AKP Selimat menambahkan, jenazah langsung dilakukan evakuasi oleh tim resque dari Sungai Brantas pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 16.00. Berdasarksn hasil identifikasi, dipastikan bahwa jasad tersebut merupakan Andika Permana. ”Ciri-ciri memang sudah identik dengan korban,” paparnya.
Diduga, Andika Permana mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging, Kamis (12/3) lalu. Karena di lokasi kejadian penemuan motor, ditemukan tanda bekas kendaraan yang terseret dan korban disinyalir terjebur ke Sungai Brantas. ”Korban mengalami laka tunggal yang terjadi di Jembatan Ngrame,” sebutnya.
Namun, guna memastikan penyebab pasti kematian korban, kemarin jenazah dilakukan visum ke RS Bhayangkara Pusdik Porong. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Andika Permana dilaporkan hilang oleh keluarga usai motornya ditemukan teronggok di atas Jembatan Ngrame. Korban terakhir kali diketahui berangkat kerja pada Rabu (11/3) pagi ke PT Wahana Lentera Raya di Jalan Raya Legundi, Kabupaten Gresik.
Pada pukul 22.30, sang istri, Efi Fitriani sempat berkomunikasi dengan suaminya melalui sambungan telepon seluler. Namun, hingga Kamis (12/3), Andika Permana tak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga kemudian melaporkan ke polisi dan dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah