Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Polisi Kerahkan Anjing Pelacak K9 Telusuri Jejak Pelaku Perampokan Berdarah di Bekasi

Imron Arlado • Rabu, 4 Maret 2026 | 18:55 WIB

Anjing pelacak K9 membantu polisi melacak keberadaan pelaku
Anjing pelacak K9 membantu polisi melacak keberadaan pelaku

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Polisi menurunkan anjing pelacak K9 untuk menelusuri jejak pelaku perampokan disertai kekerasan yang menewaskan pria lanjut usia di Bekasi.

Upaya pelacakan dilakukan dari dalam rumah korban hingga melintasi tembok pembatas, sebelum jejak mengarah ke kawasan jalan inspeksi Kalimalang. Meski demikian, pelaku masih belum ditemukan.

Peristiwa ini terjadi di Wilayah Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Pasangan suami istri menjadi korban, di mana pria berinisial EU (65) meninggal di lokasi, sementara istrinya, P (60), mengalami luka berat dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa kasus itu pertama kali diketahui oleh anak korban saat hendak bersiap sahur sekitar pukul 04.00 WIB.

Biasanya sang ibu membangunkannya, namun pagi itu tidak ada suara dari kedua orang tuanya. Saat ia turun, kondisi rumah gelap dan pintu kamar orang tuanya tidak dapat dibuka karena gagangnya sudah rusak.

Baca Juga: CJH Mojokerto Bakal Terpisah Jadi Enam Kloter

Anak korban sempat mendengar suara ibunya samar-samar, namun tidak dapat mampu masuk ke dalam kamar. Ia kemudian keluar rumah untuk meminta pertolongan, namun lingkungan masih sepi. Akhirnya ia menghubungi keluarga lain, yang kemudian membantu membuka jendela untuk masuk ke kamar.

Saat itulah korban ditemukan dalam kondisi luka berat. EU sudah tidak bernyawa sementara istrinya tergeletak kritis. Beberapa barang milik korban juga hilang, termasuk gelang emas serta dua kunci mobil.

Polisi masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah ada barang lain yang ikut raib.

“Barang yang hilang itu dari keterangan anak korban, gelang emas yang di tangan korban sama kunci mobil, dua kunci mobil. Selebihnya masih kami lakukan pendataan,” ujar Andi, Senin (2/3/2026).

 

Baca Juga: Selama Ramadan, Pemkot Mojokerto Wajibkan Warung Pasang Tirai

Dari hasil olah TKP, pelaku diduga masuk dengan memanjat tembok rumah. Hingga kini, lima saksi telah diperiksa.

Selain itu, polisi juga masih mengumpulkan bukti dan belum dapat menyimpulkan motif pasti dari perampokan. Keluarga korban meyakini bahwa kejadian ini merupakan aksi pembunuhan.

"Kalau dugaan perampokan, seharusnya banyak barang penting di rumah yang hilang, termasuk dokumen," kata anak korban, Fiandy, Selasa (3/3/2026) dikutip dari Tribun Lampung.


"Saya melihat ini pembunuhan, saya tidak melihat unsur perampokan," sambungnya.

Polisi menjerat kasus ini dengan pasal pencurian dengan kekerasan (curas) sesuai Pasal 479 ayat 4, dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara. Pelaku diduga lebih dari satu orang dan masih dalam pengejaran. ASIKHA

 

Editor : Imron Arlado
#perampokan #jawa barat #korban tewas #bekasi