NGORO - Kelompok gangster melakukan aksi teror di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, kemarin (20/2). Gerombolan remaja bersenjata tajam ini melancarkan tindak pengancaman dan penyerangan terhadap anak-anak yang sedang melaksanakan patrol sahur.
Aksi onar yang terjadi sekitar pukul 02.30 ini terekam kamera CCTV Masjid Al Azhar, Desa Kembangsri. Awalnya, anak-anak setempat melaksanakan giat patrol keliling kampung untuk membangunkan warga sahur. Di saat bersamaan, gerombolan pemuda yang mengendarai motor melintas di Jalan Raya Ngoro.
Mereka kemudian mendadak berhenti di depan gang Desa Kembangsri. ’’Kelompok anak-anak muda ini jumlahnya mungkin sekitar 15 sampai 20 orang,’’ jelas Takmir Masjid Al Azhar Wiyan, kemarin (20/2).
Tanpa alasan yang jelas, sekitar empat pemuda turun dan langsung memasuki gang. Mereka tiba-tiba melancarkan serangan dan pengancaman menggunakan senjata tajam ke arah anak-anak yang sedang patrol sahur. ’’Pas di sampingnya masjid, tiba-tiba sekelompok anak-anak muda yang mungkin dikatakan sebagai gangster itu bawa parang dan bawa celurit lari mengejar anak yang sedang klituk (patrol, Red),’’ terangnya.
Merasa terancam, anak-anak yang tengah patrol langsung lari berhamburan. Satu unit motor dan sepeda angin yang berisi peralatan patrol pun ditinggal. Beruntung tidak ada yang menjadi korban dalam aksi pengancaman dan percobaan serangan oleh kelompok gangster. Namun, kendaraan yang ditinggal akhirnya menjadi sasaran pengerusakan. ’’Anak-anak ketakutan kemudian lari menyelamatkan diri. Tapi tiba-tiba sepeda motor juga ditinggal dirusak,’’ tandas dia.
Pasca teror gangster bersenjata tajam tersebut, warga Desa Kembangsri kini dibayangi kekhawatiran. Untuk sementara, sepeda dan peralatan patrol sahur saat ini disimpan lantaran takut kejadian serupa terulang. ’’Otomatis anak-anak juga ketakutan,’’ tandas Wiyan.
Sementara itu, meski belum ada laporan resmi dari masyarakat, Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menyatakan telah memberikan atensi terkait peristiwa teror di Desa Kembangsri. Saat ini, petugas kepolisian tengah melakukan penyelidikan sekaligus berupaya mengidentifikasi para pelaku yang melakukan percobaan penyerangan dan pengancaman dengan sajam tersebut. ’’Masih kita lidik dan pendalaman melalui CCTV,’’ tegas Heru. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah