Gandeng Kepolisian, Aktifkan Patroli dan Razia Warga Binaan
KOTA - Keamanan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto terus ditingkatkan. Tak hanya pengamanan internal, lapas turut menggandeng Polres Mojokerto Kota untuk menekan potensi gangguan keamanan.
Kepala Lapas Kelas II-B Mojokerto Rudi Kristiawan menuturkan, penguatan pengamanan ini dilakukan selain rutin merazia blok hunian warga binaan. Sejumlah personel kepolisian dilibatkan dalam patroli bersama di lingkup lapas berikut dalam langkah pencegahan lainnya. ’’Salah satu tujuannya untuk menjaga stabilitas keamanan lapas,’’ ujarnya, kemarin (5/2).
Dia mengungkapkan, langkah ini diterapkan untuk deteksi dini gangguan kamtibmas. Pengamanan lapas, lanjutnya, tidak berjalan optimal tanpa dukungan kepolisian. ’’Kolaborasi dengan aparat kepolisian ini merupakan kebutuhan strategis, khususnya penguatan keamanan,’’ imbuh Rudi.
Meski begitu, razia blok hunian warga binaan tetap intens dilakukan. Kamar hunian dan area sekitar blok rutin disisir petugas untuk mengantisipasi keberadaan barang terlarang yang memicu gangguan keamanan. Barang yang dimaksud baik berupa ponsel, senjata tajam, hingga narkoba. ’’Razia terus kami laksanakan sebagai langkah preventif agar Lapas Mojokerto bebas dari barang terlarang,’’ tukasnya.
Terlebih, upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas II-B Mojokerto pernah terjadi pada 29 Desember lalu. Sabu-sabu seberat 9,4 gram yang hendak diedarkan ke dalam lapas digagalkan petugas. Aksi ini dilancarkan warga binaan bernama Sandy Pratama, 30, dan istrinya, Reny Dwi Novitasari, 25. Modusnya, narkoba yang dibungkus lakban dan kondom itu disembunyikan di dalam kelamin Reny. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah