KOTA - Operasi Keselamatan Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota berlangsung mulai kemarin hingga 15 Februari mendatang. Hal ini ditandai dengan gelaran apel personel gabungan yang digelar di Lapangan Patih Gajah Mada, Senin (2/2) pagi.
Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Jalaludin ini turut melibatkan personel gabungan dari Denpom V/2, Kodim 0815/Mojokerto, Dishub dan Satpol PP Kota Mojokerto. Operasi yang berlangsung selama 14 hari ini sekaligus menjadi langkah kepolisian dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). ’’Operasi dilaksanakan secara humanis namun tetap tegas, mengedepankan pendekatan persuasif tanpa mengesampingkan penegakan hukum,’’ tegasnya.
Jalaludin menguraikan, operasi ini dilaksanakan dengan tiga strategi utama. Pertama, upaya preemtif melalui pembinaan dan edukasi pada masyarakat. Kemudian upaya preventif atau pencegahan, salah satunya lewat ram check kendaraan. Ketiga, upaya represif dengan penindakan bagi pelanggaran lalu lintas, terutama yang berisiko menimbulkan kecelakaan.
Terdapat 10 target prioritas penindakan selama operasi keselamatan berlangsung di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. Mulai dari berboncengan lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur, melebihi batas kecepatan. Kemudian, tidak memakai safety belt maupum helm, menggunakan HP saat mengemudi. Juga, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, memakai knalpot brong hingga menerobos lampu merah.
Wakapolres menekankan agar para personel bertugas dengan profesional. Tanpa mengesampingkan standar operasional prosedur (SOP), etika kepolisian dan keselamatan masyarakat selama bertugas di lapangan. ’’Kegiatan ramp check agar dioptimalkan. Serta meningkatkan sense of crisis terhadap potensi bencana alam yang dapat mempengaruhi lalu lintas,’’ tukas Jalaludin. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah