KEMLAGI - Aksi konvoi liar dan tawuran mendapat perhatian khusus dari Polres Mojokerto Kota. Tak hanya fokus di pusat kota, upaya pencegahan lewat patroli turut ditingkatkan di wilayah perbatasan.
Salah satunya di Kecamatan Kemlagi. Selain mengantisipasi terjadinya gesekan antarkelompok pemuda, patroli ditingkatkan Polsek Kemlagi untuk mencegah aksi curat, curas, dan curanmor yang meresahkan warga. ’’Patroli blue light juga kita fokuskan di jam rawan mulai pukul 00.00 sampai 04.00,’’ ujar Kapolsek Kemlagi AKP Marianto, Jumat (23/1).
Terlebih, Kecamatan Kemlagi dianggap menjadi salah satu wilayah rawan lantaran berbatasan langsung dengan wilayah Ngusikan, Jombang, dan dibelah ruas Jalan Raya Kemlagi-Mantup. Marianto menyebut, pengawasan situasi kemanan dilakukan petugas ke penjuru wilayah.
’’Untuk strong point personel ada di tiga titik, Jatikurung, Simpang Dempul, dan Tugu Buaya,’’ bebernya. Peningkatan pengamanan, lanjut dia, turut dilakukan sejumlah polsek lainnya di wilayah ujung Mojokerto. Langkah ini diterapkan, meski sejauh ini belum ditemukan kelompok pemuda yang hendak tawuran dan konvoi di garis perbatasan.
Pengamanan ini menindaklanjuti maraknya aksi konvoi dan tawuran belakangan ini. Terakhir, Polres Mojokerto Kota menciduk gerombolan pemuda yang hendak tawuran di Jalan Raya Bypass Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (16/1) dini hari.
Sejumlah motor berikut pecahan botol kaca yang diduga akan digunakan sebagai senjata tawuran turut diamankan petugas. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah