Tercatat Warga Jombang, Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
KOTA - Identitas jasad berjenis kelamin perempuan tanpa busana yang ditemukan mengambang di Sungai Brantas akhirnya teridentifikasi. Jasad tersebut merupakan EL, warga Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Nama perempuan 34 tahun ini terungkap setelah kepolisian melakukan penelusuran lanjutan. Berikut dilakukan pemeriksaan biometrik menggunakan mobile automated multi biometric identification system (Mambis) pada jasad Endri. Di samping itu, petugas tidak menemukan tanda kekerasan di sekujur tubuh perempuan tiga anak tersebut.
”Kami cek secara menyeluruh, termasuk HP milik korban. Hasilnya, tidak ada indikasi kejahatan,” ungkap Kanit II Satreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Muklisin, kemarin (5/1). Ia menjelaskan, EL sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Sabtu (3/1). Perangkat desa dan keluarga sempat melakukan pencarian namun tanpa hasil.
”Sabtu (3/1) sekitar pukul 03.00 korban meninggalkan rumah tanpa membawa HP maupun dompet,” beber dia. Hingga akhirnya EL ditemukan dalam kondisi tak bernyawa mengambang di Sungai Brantas wilayah Mojokerto, keesokan harinya. Dari situ kepolisian menggali keterangan keluarga dan pihak desa.
Diduga, EL mengalami depresi sejak sebelum kejadian nahas itu terjadi. ”Diduga korban depresi sampai akhirnya ditemukan meninggal di Sungai Brantas,” jelas Muklisin. Jasad yang sebelumnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto pun diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Seperti diketahui, warga di kawasan jogging track (JT) Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, dihebohkan penemuan jasad perempuan tanpa busana, Minggu (4/1).
Jasad ini mulanya diketahui warga mengambang di Sungai Brantas tepatnya Dam Pagerluyung, Kecamatan Gedeg. Derasnya arus sungai menyeret jasad perempuan yang hanya mengenakan kaus ungu itu ke arah timur atau wilayah Kota Mojokerto. Hingga akhirnya dievakuasi di area Dermaga Sungai Brantas, Jalan Hayam Wuruk sekitar pukul 10.30. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah