KABUPATEN - Polres Mojokerto berhasil membekuk komplotan maling 2.400 butir telur bebek yang beraksi di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Jumat (28/11) lalu. Dari hasil pendalaman aparat kepolisian, kawanan maling ini juga terlibat dalam sindikat pencurian ratusan tabung elpiji melon di empat tempat kejadian perkara (TKP).
Komplotan pencuri yang ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto merupakan jaringan antarkota. Masing-masing adalah DZ, 33, warga Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto; kemudian SP, 43, asal Desa Mergosari, Tarik, Sidoarjo; dan NT, 49, yang merupakan warga Desa Talangagung, Kepanjen, Malang.
Selain ketiga pelaku tersebut, polisi kini juga tengah memburu FAP dan MN yang kini menyandang status sebagai daftar pencarian orang (DPO). "Para pelaku mencuri di 4 TKP," jelas Kanitresmob Satreskrim Polres Mojokerto Ipda Sukron Makmun.
Komplotan pencuri ini terungkap berawal dari tim resmob yang berhasil mengendus keberadaan DZ dan SP. Keduanya langsung disergap di Desa Mergosari, Tarik, Sidoarjo, Sabtu (6/12).
Tak berhenti di situ, satu pelaku lainnya akhirnya juga ditangkap dari hasil pengembangan petugas. Adalah NT yang diamankan di sebuah kos Desa Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang.
Sukron mengatakan, para pelaku tersebut merupakan sindikat pencurian. Dari empat TKP di wilayah Kabupaten Mojokerto, mereka menggasak ribuan butir telur bebek dan ratusan tabung elpiji bersubsidi. "Yaitu, 338 tabung elpiji 3 kilogram (kg) dan 2.400 butir telur bebek," rincinya.
Dalam aksinya, mereka berkomplot dengan FAP dan MN yang hingga kini masih menjadi buron. Sukron menyebutkan, dari empat lokasi yang menjadi sasaran aksi kriminal kawanan pencuri ini. Antara lain, menyasar sebuah toko di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, dengan membawa kabur 70 tabung elpjii 3 kg, Rabu (17/9) lalu.
Selain itu, toko kelontong di Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, juga tak luput dari incaran aksi pencurian, Senin (10/11). Kawanan ini berhasil menggondol sebanyak 168 tabung elpiji bersubsidi.
Mereka kembali beraksi dengan menyatroni toko di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari, Selasa (11/11). Di TKP ini, mereka menggarong sebanyak 100 tabung gas melon.
Sebelum akhirnya tertangkap, komplotan pencuri tersebut juga menggasak 2.400 butir telur bebek di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Jumat (28/11). Sukron menegaskan, aksi mereka terbilang licin karena menghindari sorotan kamera CCTV. "Modus mereka menutup kamera CCTV di TKP menggunakan lakban," paparnya.
Hingga kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang masih DPO. Sementara tiga pelaku yang tertangkap kini dijebloskan di Rutan Polres Mojokerto dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah