Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Istri Kepala Puskesmas di Mojokerto Ajukan Perceraian, Usai Cabut Laporan Kasus Dugaan KDRT

Martda Vadetya • Jumat, 5 Desember 2025 | 19:25 WIB
PILIH BERPISAH: Perceraian salah satu kepala puskesmas di Kabupaten Mojokerto kini sedang bergulir di Pengadilan Agama (PA) Mojokerto.
PILIH BERPISAH: Perceraian salah satu kepala puskesmas di Kabupaten Mojokerto kini sedang bergulir di Pengadilan Agama (PA) Mojokerto.

KOTA - Usai mencabut laporan polisi di Polres Mojokerto Kota pada Selasa (2/12), tak serta-merta membuat rumah tangga S, kepala salah satu puskesmas di Kabupaten Mojokerto wilayah selatan, pulih seperti semula. Kini ia harus menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama (PA) Mojokerto setelah digugat sang istri, M.

"Sampai sekarang masih terus proses sidang cerainya," ujar M. Perempuan yang juga apoteker ini menyebut, gugatan cerai itu dilayangkannya pada awal September lalu. Langkah ini ia tempuh setelah kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh sang kepala puskesmas lebih dahulu ia bawa ke ranah hukum.

Hingga, saat itu S dan M sama-sama menyandang status tersangka setelah masing-masing laporan polisi naik ke tahap penyidikan. Biduk rumah tangga S dan M kian di ujung tanduk lantaran keduanya tak mundur dari persidangan cerai. Meski pada Jumat (28/11) lalu mereka menjalani pembinaan di hadapan Bupati Mojokerto Muhammad Albarra.

”Kemungkinan tanggal 5 Desember nanti putusan (sidang cerainya),” ungkap S, terpisah. Polemik ini mencuat pada 27 April lalu. Saat sedang di rumah, di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, S dan M cekcok setelah satu dari dua anak mereka menunjukkan foto sang kepala kepuskesmas berduaan dengan wanita lain.

S yang ditengarai selingkuh membuat emosi M memuncak. Hingga akhirnya terjadi dugaan tindak KDRT dengan versi masing-masing pihak tak terelakkan. Sejak saat itu, S memilih angkat kaki dari rumah mereka hingga kini. (vad/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Pemkab Mojokerto #Kepala Puskesmas