KOTA - Pedagang di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, diresahkan dengan aktivitas pengamen yang terkesan memaksa. Mereka kerap meminta barang dagangan ketika tak diberi uang.
Kelurahan terhadap pengamen salah satunya diungkapkan AF, 33. Pemilik kios sembako itu mengatakan, terdapat pengamen yang meminta dagangan karena tidak diberi uang. Barang yang mereka ambil bervariasi, seperti bawang satu bonggol, tomat empat biji, hingga sejumput cabai. ’’Saya kasih saja daripada ramai (ribut, Red),’’ ucapnya, kemarin (2/11).
AF mengaku belum pernah mendengar pedagang yang ribut dengan pengamen gara-gara meminta secara paksa. Sebagian pedangan memiliki menghindari keributan dengan memberi uang receh atau dagangannya. Namun demikian, dirinya mendorong penertiban terhadap pengamen. Sebab, mereka kerap tak peduli dengan tetap meminta barang meski penjualan sedang sepi. ’’Kadang baru melayani satu pembeli, yang ngamen sudah dua kali,’’ keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Karyadi. Dirinya menyayangkan maraknya pengamen yang meminta barang. Sebab, pekerja yang menjaga lapak atau kios harus ganti rugi karena dagangannya diambil cuma-cuma. ’’Masak ada ayam diminta ayam, ada lombok diminta lombok, ada tempe diminta tempe, mintanya tidak sedikit lagi,’’ lontar pedagang tersebut.
Menanggapi keluhan para pedagang, Kepala UPTD Pasar Tanjung Anyar Dadang Agus Priyambodo mengatakan, aktivitas pengamen meminta barang sudah menjadi fenomena di pasar tradisional dan tidak terjadi setiap hari. Dirinya berdalih pedagang yang merasa dipaksa enggan melapor sehingga tak bisa ditindaklanjuti. ’’Karena semua perlu dibuktikan kebenarannya dan kebanyakan pedagang tidak bersedia untuk memberi kesaksian,’’ tuturnya, kemarin (2/11).
Kendati demikian, Dadang menyatakan bakal melakukan pengecekan ke lapangan dan menggandeng intansi terkait. ’’Terkait hal tersebut akan kita cek ke lapangan dan akan kita koordinasikan dengan instansi terkait, karena kita tidak memiliki tenaga keamanan untuk ketertiban,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi