Selama Lima Tahun Terakhir, Polisi Ungkap Semua Pelaku
KABUPATEN – Belakangan ini, wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, jadi sorotan publik setelah digegerkan dengan penemuan potongan tubuh korban pembunuhan dan mutilasi, Sabtu (6/9) lalu. Sebab, hal tersebut bukan kali pertama kawasan wisata alam andalan Kabupaten Mojokerto ini jadi tempat pembuangan mayat korban pembunuhan.
Sedikitnya terdapat enam kasus pembuangan jasad di wilayah Pacet kurun lima tahun terakhir. Pada 24 Juni 2020, jasad Vina Aisyah Pratiwi, 21, perempuan asal Kediri yang tinggal di Porong, Sidoarjo, ditemukan di Blok Gajah Mungkur, Kawasan Tahura Raden Soerjo. Tak lama berselang, kepolisian meringkus dua pelaku pembunuh Vina.
Yang kedua, yakni jasad Ahmad Hasan Muntolip, 26, pria asal Mojosari. Tubuhnya ditemukan terbungkus karpet di jurang tepi jalur tanjakan AMD pada 22 November 2022. Kurun 24 jam pasca penemuan mayat, tiga pelaku pembunuh Muntolip diringkus polisi. Kemudian, 7 Juni 2023, warga menemukan karung berisi mayat Angeline Nathania, 22, mahasiswi asal Surabaya di tepi kalur Pacet-Cangar.
Polisi menangkap pacarnya, Rochmat Bagus Apriatma, 41, yang menjadi pelaku pembunuhan korban. Selain itu, jasad Anyk Mariyanni, 36, perempuan asal Kediri, ditemukan di Blok Lembah Bang, Tahura R. Soerjo, pada 13 September 2024. Polisi menangkap teman dekat korban Dedi Abdullah, 36, warga Brebes, Jawa Tengah, yang tega merenggut nyawa Anyk saat berkencan.
Pada 1 Juli lalu, warga menemukan mayat bayi di saluran parit depan kantor PLN ULP Pacet, tepat di tepi Jalan Raya Desa/Kecamatan Pacet. Jasad bayi laki-laki tanpa busana ini membusuk di antara sumbatan sampah. Hingga kini kasus ini tengah ditelusuri kepolisian. Teranyar pada Sabtu (6/9) lalu, puluhan potongan jasad Tiara Angelina Saraswati, 25, asal Kecamatan/Kabupaten Lamongan, ditemukan di jurang tepi turunan AMD.
Polisi menangkap pacar korban, Alvi Maulana, 24, pada Minggu (7/9) dini hari. Alvi tega membunuh dan mencincang tubuh korban hingga menjadi ratusan potong. Rentetan kejadian ini pun diatensi kepolisian.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menegaskan, jika tidak ada pembenaran terhadap aksi sadis pembunuhan. Ia mengecam para pelaku aksi pembunuhan yang kemudian membuang jasad korban di wilayah Pacet. ”Saya ingatkan, jangan jadikan Kecamatan Pacet tempat untuk membuang jenazah," ungkapnya saat pers rilis di Mapolres Mojokerto, Senin (8/9).
Apalagi, sejumlah kasus di antaranya berhasil diungkap korps Bhayangkara. Mirisnya, aksi pembunuhan tersebut dilancarkan pelaku di luar wilayah Mojokerto. ”Pacet adalah tempat yang indah, Pacet adalah milik alam semesta beserta isinya. Saya pastikan, pelaku yang akan menjadikan Pacet tempat pembuangan terakhir, selama saya masih menjadi Kapolres Mojokerto, saya akan tangkap,” tegasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi