KABUPATEN - Penemuan mayat bayi laki-laki yang mengapung di sungai, tepatnya di depan kantor UPT PLN Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/7) masih teka teki. Tiga hari bergulir, polisi masih belum mengungkap sosok orang tua bayi malang tersebut. Termasuk pelaku yang tega membuang bayi hingga jasadnya ditemukan mengapung dan membusuk di sungai.
Dalam keterangannya, Kapolsek Pacet Iptu M. Khoirul Umam mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. Bersama tim Inafis dan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto, pihaknya tengah mencari dan mengumpulkan petunjuk untuk bisa mengungkap dalang dibalik kematian bayi tak berdosa itu. Termasuk memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi pembuangan beberapa hari sebelum penemuan. ’’Sekarang masih proses lidik. Teman-teman juga masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan),’’ ujarnya.
Namun Iptu Umam enggan menyebut sejumlah petunjuk yang sudah ia kantongi berdasarkan hasil penyelidikan selama tiga hari belakangan. Pun demikian dengan hasil otopsi medis RS Sumberglagah atas jasad bayi, sampai saat ini pemeriksaan medis atas jenazah bayi masih dalam analisis penyidik. ’’Doakan saja segera terungkap. Kami masih proses analisis,’’ tambahnya.
Mayat bayi kali pertama ditemukan oleh dua remaja yang hendak memancing sekitar pukul 14.30. Saat ditemukan, bayi dalam posisi tengkurap dan mengambang di sungai sedalam 6 meter. Terlihat kondisi jasad bayi juga sudah mulai membusuk di antara sampah yang menyumbat aliran sungai. Saat dievakuasi, terlihat tali pusar masih menempel ditubuh bayi. Sehingga diperkirakan bayi malang tersebut dibuang beberapa saat setelah dilahirkan. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi