Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lansia di Mojokerto Digendam Perempuan Muda, Begini Kronologinya

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 12 Mei 2025 | 15:45 WIB

 

NELANGSA: Riami, korban gendam oleh perempuan muda di rumahnya, Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, kemarin (11/5).
NELANGSA: Riami, korban gendam oleh perempuan muda di rumahnya, Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, kemarin (11/5).

Modus Beri Bantuan, Bawa Kabur Perhiasan Emas 25 Gram

 JETIS - Perhiasan emas 25 gram milik lansia di Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, dibawa kabur perempuan muda yang berpura-pura akan memberi bantuan sosial. Pelaku beraksi dengan menyuruh korban yang hanya tinggal berdua dengan anaknya yang memiliki gangguan jiwa membeli amplop.

Aksi pencurian itu menimpa Riami, 70. Kejadian bermula ketika lansia perempuan tersebut dihampiri pelaku di jalan tak jauh dari rumahnya, Sabtu (10/5) sekitar pukul 07.30. Seperti biasa, pagi itu korban hendak menuju sawah dengan berjalan kaki. Oleh pelaku, ia lantas diajak balik ke rumah karena akan diberi bantuan.

’’Awalnya tanya-tanya saja kalau mau cari daun pepaya, terus dia bilang kalau orang-orang tua seperti saya mau diberi sembako, uang, dan beras,’’ ujar Riami saat ditemui di kediamannya, kemarin (11/5). Mengaku seperti digendam, Riami menurut saja saat dibonceng pelaku naik motor Honda Beat balik ke rumahnya.

Sesampai di rumah, korban disuruh melepas dua cincin dengan berat masing-masing 5 gram dari jarinya karena akan difoto. Selama perbincangan itu, pelaku yang menurutnya masih berusia kisaran 30 tahun dan memiliki paras cantik juga menanyai keluarganya. Termasuk menjanjikan anak laki-laki Riami berumur 43 tahun yang memiliki keterbelakangan mental akan diberi terapi.

Pelaku meminta supaya cincin yang dilepas ditaruh di saku baju. Setelah itu, dia juga menyuruhnya mencopot jilbab. Setelah melihat kalung korban, dia meminta supaya perhiasan seberat 15 gram itu ditanggalkan sekalian. ’’Katanya supaya kelihatan semakin susah, padahal juga sudah orang tidak punya,’’ kata janda tersebut.

Setelah difoto, pelaku menyuruhnya ganti pakaian. Dari situ, pelaku lantas menanyakan apakah Riami memiliki amplop. Sebab, semua lansia bakal dikumpulkan dan diberi bansos. Pelaku kemudian menyuruh membeli amplop di warung dekat rumahnya. Saat itulah, dia mengambil perhiasan dari saku baju yang ditaruh korban di kamar anaknya. ’’Anak saya pas ke WC, setelah itu pelaku ambil perhiasan lalu kabur,’’ jelasnya.

Menurut Riami, anaknya sempat memergoki pelaku masuk kamar dan mengambil emas dengan harga total sekitar Rp 15 juta hasil menjadi buruh tani itu. Namun, anaknya tak sempat mengejar dan hanya berteriak padanya dari depan rumah. ’’Dari awal saya itu seperti tidak sadar, kata orang-orang digendam dan kena hipnotis,’’ ucap dia. Meski nelangsa, Riami enggan melapor ke polisi karena merasa ikhlas.

Usai kejadian ini, seorang warga tak sengaja merekam pelaku saat kabur dari rumah korban. Perempuan itu memakai setelan jeans warna biru dan mengendarai motor Honda Beat berkelir gelap seorang diri. Hanya saja nopolnya tak terbaca jelas. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#emas #gendam #dibawa kabur pelaku #hipnotis #jetis mojokerto #lansia