Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Polisi Kejar Otak Aksi Begal

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 20 Januari 2025 | 14:55 WIB

MASIH BERGULIR: Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti pedang saat jumpa pers, Kamis (16/1).
MASIH BERGULIR: Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti pedang saat jumpa pers, Kamis (16/1).
 

 Jual Motor Hasil Rampasan, Penadah Ikut Diburu

 JETIS - Kasus begal motor oleh kelompok gangster di depan PT Ajinomoto, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, masih bergulir. Satreskrim Polres Mojokerto Kota masih memburu dua pelaku, yakni AZ yang menjadi otak aksi serta seorang penadah motor hasil rampasan asal Jombang.

Polisi telah memasukkan AZ dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 6 rekannya berhasil diringkus pekan lalu. Mereka adalah lima pemuda dewasa dan satu anak di bawah umur. Polisi mengungkap keenamnya warga Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda: Sidoarjo, Surabaya, dan Bali. Para tersangka ditahan dan terancam 9 tahun penjara sebagaimana Pasal 365 KUHP.

Dalam aksi begal menggunakan senjata tajam pada Sabtu (4/1) dini hari itu, AZ memiliki peran krusial. Dia disebut sebagai sosok yang berinisiatif mencari tempat konvoi berujung pembegalan ini. ’’Pada Jumat (3/1) malam para tersangka berkumpul di rumah tersangka berinisial AZ di Balongbendo,’’ kata Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Siko Sesarian Putra Suma.

Awalnya AZ mengajak teman-temannya yang tergabung dalam kelompok Gangster Casper itu mengikuti acara konvoi dengan titik kumpul di Trowulan. Setelah acara tersebut, ketujuh pemuda ini hendak pulang melewati Jalan Raya Desa Mlirip. Setiba di depan Ajinomoto, mereka berpapasan dengan tiga korban yang benboncengan motor. ’’Saat itu mereka saling tatap-tatapan, berselisih, sehingga tersinggung lalu saling kejar,’’ jelas Siko.

CCTV yang merekam keributan di pintu masuk pabrik Ajinomoto sisi barat ini menjadi viral. Selain kalah jumlah, ketiga korban kabur karena diserang menggunakan dua pedang katana dan sebuah golok sisir. Para tersangka kemudian membawa kabur motor Honda Scoopy milik korban AF, 17, asal Kelurahan Blooto, Kota Mojokerto, yang ditinggal di lokasi.

Dari pengakuan para tersangka, motor hasil rampasan tersebut dijual oleh AZ ke seorang pria di Jombang. Motor laku Rp 3,5 juta. Duit tersebut kemudian AZ bagi ke enam rekannya. Sang DPO mengambil bagian hasil penjualan motor sebesar Rp 1,5 juta. Sedangkan sisanya diberi dengan jumlah bervariasi antara Rp 100-600 ribu. ’’AZ ini otak aksi, dia juga yang menjual motor,’’ imbuh Kanit IV Satreskrim Ipda Samsul Arifin.

Hingga kemarin (19/1), penyidik masih memburu pemuda tersebut. Pengejaran juga dilakukan terhadap sosok penadah motor hasil begal yang juga tetapkan sebagai DPO. ’’Masih kami buru, termasuk penadahnya,’’ tandas dia. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kelompok gangster #begal motor #satreskrim polres mojokerto kota #PT Ajinomoto Indonesia