Dihantam Paving, Motor Dibawa Kabur
PUNGGING - Warga Dusun Jelak, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, digegerkan penemuan seorang wanita tergeletak bersimbah darah di area persawahan, Senin (16/12) malam. Diduga perempuan muda itu jadi korban aksi begal.
Belakangan diketahui, korban bernama Fitri Dana Sugiarto, 19, warga Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari. Kali pertama korban ditemukan warga yang melintas di jalan persawahan sekitar pukul 20.30. Dalam kondisi tergeletak bersimbah darah tak berdaya di antara tumpukan sekam dan ilalang. ’’Kedengeran suara jeritan. Ternyata dari rumput-rumput situ. (Korban) masih gerak, terus lapor pak RT,’’ ujarnya, Senin (16/12).
Dijelaskannya, kondisi Fitri mengalami luka parah di bagian kepala depan dan belakang. Ketika itu, tidak ditemukan barang berharga hingga identitas milik korban di lokasi. Peristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Petugas kepolisian di lokasi langsung mengevakuasi korban yang tak berdaya ke IGD RSUD Soekandar Mojosari.
Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Tri Hidayati menerangkan, sekitar pukul 03.00 Selasa (17/12), petugas meringkus pelaku dugaan tindak pencurian dengan kekerasan yang dialami Fitri. Yakni, Mochamad Iqbal, 21, warga Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging. Buruh ini ditangkap saat sedang bekerja di PT Bondvast Indo Sukses.
’’Pelaku kami amankan setelah tim resmob melakukan serangkaian penyelidikan. Dan pelaku mengakui perbuatan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut saat diinterogasi,’’ terangnya, Selasa (17/12).
Buruh pabrik furnitur ini juga mengaku membawa kabur Honda Beat warna hitam nopol S 3870 NBS dan smartphone merek Realme 10 milik korban. Setelah menghantam kepala Fitri menggunakan paving block sebanyak lima kali hingga bersimbah darah tak berdaya.
’’Setelah menganiaya korban, pelaku membawa tas selempang korban berisi charger dan uang Rp 50 ribu. Saat ini pelaku beserta barang bukti diamankan ke Satreskrim Polres Mojokerto untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ urai kasi humas. Informasi yang dihimpun, hingga kini korban masih tak sadarkan diri rumah sakit. Pelaku dan korban baru saling kenal sejak Agustus lalu. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi