Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dibunuh Duda Pengangguran

Martda Vadetya • Jumat, 27 September 2024 | 15:35 WIB
KAKI DIDOR: DA tersangka pelaku pembunuhan Anyk Mariyanni, jasad yang dibuang di hutan Pacet beberapa waktu lalu, dihadirkan saat press rilis di Mapolres Mojokerto, Kamis (26/9).
KAKI DIDOR: DA tersangka pelaku pembunuhan Anyk Mariyanni, jasad yang dibuang di hutan Pacet beberapa waktu lalu, dihadirkan saat press rilis di Mapolres Mojokerto, Kamis (26/9).

KABUPATEN - Aksi pembunuhan Anyk Mariyanni, 37, yang jasadnya dibuang di kawasan Tahura R Soerjo, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, bertahap makin gamblang. Pelaku yang memacari korban dengan mengaku sebagai pengusaha rupanya hanya mengincar harta benda ibu tiga anak asal Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, tersebut.

Pelaku bernama Dedi Abdullah alias Bahlul alias Kentir, 36, beralamat KTP di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan tinggal di Tulungagung. Dia punya hubungan spesial dengan Anyk yang masih istri orang. Suami Anyk disebut bekerja di pertambangan luar Jawa. Perkenalan pelaku dan korban berawal dari media sosial. ’’Dari kenal di media sosial itu mereka ada hubungan asmara,’’ ujar Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, saat pers rilis di Mapolres Mojokerto, Kamis (26/9).

Agar Anyk terpikat, Bahlul mengaku sebagai juragan bawang. Hubungan keduanya sudah terjalin hampir setahun belakangan. ’’Nyatanya bukan (juragan bawang), saya pengangguran. Hubungannya (dengan korban), teman tetapi mesra,’’ sebut Bahlul di kesempatan yang sama. Padahal, Bahlul juga sudah berkeluarga. ’’Anak ada dua. Kalau istri sudah cerai,’’ tambahnya.

Dia mengaku, memacari Anyk hanya untuk mengincar harta benda korban. Lantaran, kehidupan Anyk tampak relatif lebih mapan. ’’Mau ambil hartanya. Mobil, perhiasan emas, jam tangan, dan uang itu,’’ tandas Bahlul.

Pernyataan tersangka dibenarkan kapolres. Salah satunya terindikasi mobil Suzuki Baleno nopol B 2557 KOM milik korban yang digondol pelaku. ’’Setelah membuang korban di Pacet, mobil korban dibawa kabur ke Jawa Tengah lewat daerah Malang,’’ sambung Ihram.

Setibanya di wilayah Sragen, Jawa Tengah, pelaku meninggalkan mobil korban di pinggir jalan. Bahlul lantas melarikan diri dengan menumpang kendaraan trailer sampai ke Purwodadi, Jawa Tengah. Yang kemudian melarikan diri ke Sumatra dengan naik bus. ’’Mobil itu ditinggal di pinggir jalan karena pelaku takut kami tangkap,’’ bebernya.

Hingga akhirnya pelarian Bahlul terhenti Selasa (24/9) malam. Dia ditangkap Tim Resmob di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, saat bersembunyi di sebuah gubuk kebun sawit. Kaki kanan pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena melawan saat diringkus petugas. ’’Saat ditangkap pelaku melakukan perlawanan sehingga kami lumpuhkan dengan tindakan tegas terukur,’’ urai Ihram.

Akibat aksinya, Bahlul terancam maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. ’’Oleh karena itu, kami kenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan,’’ tandas kapolres.

Sebelumnya, Anyk Mariyanni, 37, ditemukan tewas oleh petugas yang sedang patroli di hutan lindung kawasan Lemah Abang Tahura Raden Soerjo, Desa/Kecamatan Pacet, Jumat (13/9) pagi. Warga Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, ini terbujur kaku memakai baju warna merah muda dan celana hitam.

Ditemukan barang bukti lainnya seperti inner hijab warna hitam putih, ikat rambut warna merah, hingga satu liontin kalung emas. Di sekujur tubuh korban tidak ditemukan luka terbuka, hanya bercak darah di area mulut. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pacet mojokerto #pembunuhan