PURI - Warga Kabupaten Mojokerto masih dibayangi dengan aksi pembegalan. Empat bocah yang tengah melintas di Dusun Jetis, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri dijarah kawanan begal. Empat smartphone dan satu motor amblas digasak para pelaku.
Nasib apes ini dialami RAF, 13, dan ketiga temannya saat tengah pulang nongkrong pada Sabtu (7/9) sekitar pukul 20.00. Ketika itu, korban yang masih duduk di bangku kelas VII SMP berboncengan mengendarai dua motor.
Di lokasi, para pelaku yang memanfaatkan situasi sepi dan minim penerangan jalan mencegat laju RAF dan temannya. ”Dirampas. Yang kena empat HP sama satu motor Honda Beat. Adik saya kena HP saja, kalau motor itu punya teman. Motor yang satunya lolos,” ujar Muhammad Ferdyanza, kakak RAF, kemarin (10/9).
Smartphone merek Vivo yang ditaksir lebih dari Rp 1 juta milik RAF dirampas pelaku. Menurutnya, kawanan begal yang berjumlah dua orang lantas kabur membawa satu motor dan empat ponsel pintar milik para korban.
”Pelakunya boncengan berdua naik motor Honda Beat warna hitam. Nggak ada yang kenal,” jelas Ferdy.
Kawanan begal mencegat RAF dan kawannya dengan ancaman. Mereka mengancam akan membunuh para korban jika berteriak minta tolong. Praktis, keempat hanya bisa pasrah dan menyerahkan barang berharga yang diminta. ”Sambil bilang, lek koen bengok tak pateni. Kurang tahu pasti waktu itu pelaku sambil nodongkan sajam atau tidak,” urainya.
Para korban yang syok lantas meminta pertolongan warga sekitar saat kedua begal telah kabur dari lokasi. Aksi perampasan ini pun telah dilaporkan ke Polsek Puri. ”Teman adik yang kena motornya itu sudah lapor.
Tapi, kalau kita tidak, HP-nya sudah diikhlaskan saja,” tukasnya. Peristiwa ini dibenarkan warga setempat. Keempat korban mendatangi warga dalam kondisi menangis. ”Waktu garap motor tahu-tahu ada anak-anak, empat. Sambil nangis datang ke bengkel. Katanya habis dibegal,” ujar Syaiful, pemilik bengkel motor di RT 1 RW 2 Dusun Jetis.
Menurutnya, para korban hanya pasrah saat dibegal pelaku. ”Kejadiannya benar di sekitar sini, tapi nggak dengar mereka teriak-teriak. Mereka datang sambil tanya nama seseorang katanya warga sini yang polisi, mau minta tolong itu,” tandasnya.
Kini, aksi begal yang menyasar bocah tersebut tengah diselidiki Polsek Puri. ”Korban sudah membuat laporan ke kami. Saat ini, sedang kami tindaklanjuti,” jelas Kapolsek Puri AKP Sugeng Hari Marhanto. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi