KABUPATEN - AZ, santriwati MBI Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, ditemukan tewas, Rabu (31/7) lalu. Korban diduga kuat tewas setelah meloncat dari lantai tiga asrama putri.
Gadis 15 tahun kelas X MA asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini ditemukan tergeletak oleh temannya sekitar pukul 17.00. AZ meregang nyawa di dekat selokan belakang asrama.
’’Benar, ada santri (MBI Amanatul Ummah) yang meninggal. Setelah ada laporan itu kita diajak ke lokasi sama pihak pondok,’’ ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama, Rabu (7/8).
Pihaknya mengatakan, dalam kondisi lemas, AZ sempat dilarikan ke IGD RSUD Sumberglagah Pacet. Namun nahas, nyawa remaja putri ini tak terselamatkan. Korban mengalami luka serius di bagian kepala.
’’Setelah dipastikan tim medis, ternyata korban sudah meninggal di TKP karena luka berat di kepala,’’ terangnya. Hari itu pula, kepolisian langsung melakukan olah TKP di asrama putri.
Hasilnya, kata AKP Nova, diduga kuat AZ tewas akibat luka yang diderita usai jatuh dari ketinggian lebih dari 7 meter. Yakni, setelah melompat dari lantai 3 asrama tempat korban tinggal.
’’Diduga kuat meninggalnya korban karena jatuh dari ketinggian itu. Korban melompat dari jendela kamar setelah melempar tasnya lebih dahulu,’’ ungkap mantan Kasatreskrim Polres Kediri Kota ini.
Di TKP, petugas hanya mendapati satu tas ransel milik korban yang berisi beragam berang di dalamnya. ’’Setelah kami lakukan serangkaian penanganan tersebut, pihak keluarga tidak berkenan korban diautopsi. Dan menerima kejadian ini sebagai musibah,’’ tukasnya.
Dihubungi terpisah, ayah korban, AA mengaku telah menerima kepergian putrinya usai insiden yang dialami tersebut. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kejadian ini pada pihak pondok dan kepolisian.
’’Mohon maaf untuk lebih lengkapnya silakan tanya ke pihak pondok dan Polsek Pacet,’’ terang dosen salah satu universitas di Malang ini.
Hingga berita ini ditulis, pihak pondok pesantren belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Humas MBI Amanatul Ummah Fathur tidak merespons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi