KABUPATEN - RDF, 21, pelaku begal payudara di wilayah Kutorejo beberapa hari lalu kini terhindar dari jeratan hukum.
Polisi menilai aksi mesum pelaku pada korban belum cukup memenuhi unsur tindak kejahatan pencabulan.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama mengatakan, perbuatan pelaku asal Desa Centong, Kecamatan Gondang, Mojokerto, tidak mengarah pada aksi pencabulan.
Itu diketahui setelah pihaknya mengklarifikasi pelaku dan korban, WDS, 23, buruh pabrik perempuan asal Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
’’Setelah kami klarifikasi ternyata bukan begal payudara. Pelaku dan korban menyatakan hal yang sama, kalau yang dipegang kerah baju saja,’’ ungkapnya, Minggu (14/7).
Setelah dilimpahkan Polsek Kutorejo, penyidik Unit PPA Satreskrim langsung memproses lebih lanjut dugaan aksi cabul tersebut.
Hingga akhirnya berujung pada kesepakatan damai antara kedua pihak. ’’Belum kami temukan indikasi maupun unsur kejahatan lainnya. Setelah kami mediasi dan ada kesepakatan damai antara kedua pihak, tidak kami proses (hukum) lebih lanjut,’’ ungkap mantan Kasatreskrim Polres Kediri Kota ini.
Perwira Pengawas (Pawas) Piket Satreskrim Ipda Herwanto menambahkan, saat mediasi pelaku dan korban didampingi keluarga dan kerabat masing-masing.
’’Pagi harinya (Rabu, 10/7) kami lakukan mediasi. Pelaku didampingi perangkat desanya dan korban bersama kakak dan kerabatnya,’’ terangnya.
Di hadapan petugas dan para saksi, RDF menyebut jika dirinya saat itu tidak menyentuh payudara korban.
’’Saat pelaku pegang kerah baju korban itu dia bilang ayo melu aku ngulon (ikut aku ke barat). Kemudian barang korban pun tidak ada yang diminta pelaku,’’ beber Kanit Tipikor Satreskrim Polres Mojokerto ini.
Dia memastikan, kesepakatan damai ditempuh lantaran belum ada tindak kejahatan yang dilancarkan RDF yang kala itu sedang mabuk.
’’Tindak perampasan belum terjadi dan pencabulan tidak ada karena yang dipegang kerah baju,’’ tandasnya. Praktis, pelaku kini melenggang bebas lantaran terhindar dari jeratan hukum.
Seperti diketahui, RDF, 21, babak belur dimassa warga lantaran diduga melancarkan aksi begal payudara di Gang I Dusun Ketidur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Rabu (10/7) dini hari.
Korban diketahui berinisial WDS, 23, buruh pabrik perempuan asal Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, yang saat itu sedang pulang kerja. Oleh warga, pelaku diserahkan ke Mapolsek Kutorejo dalam kondisi terluka untuk diproses hukum agar jera. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi