JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bayi kembar Briptu Fadhilatun Nikmah dan almarhum Briptu Rian Dwi Wicaksono, tetap bisa mengonsumsi ASI.
Saat ini, Briptu Dila, sapaan akrab Briptu Fadhilatun Nikmah, memompa ASInya tiap pagi. ’’Lalu, ada teman yang datang dan ambil ASI-nya,’’ ujar salah satu anggota Polres Mojokerto Kota.
ASI itu kemudian diantar ke Jombang. Lantaran ketiga anak Briptu Dila sedang dirawat orang tuanya di Jombang. ’’Sudah di Jombang. Kasihan anaknya kalau di Polda terus. Lebih aman ikut mbahnya saja,’’ imbuh polisi yang cukup dekat dengan Briptu Dila ini.
Sejumlah anggota polisi memang rela melakukan rutin tiap hari ke Surabaya-Jombang agar dua anak kembar itu tetap mendapat nutrisi yang baik.
Perlu diketahui, ASI bisa digunakan sampai 6 jam ke depan jika disimpan di suhu ruangan.
Namun, jika disimpan pada kotak pendingin (cool box), ASI bisa digunakan sampai 24 jam ke depan.
Jika disimpan di kulkas dengan suhu 4 derajat atau lebih dingin, ASI bisa digunakan sampai 5 hari ke depan.
Sebelumnya, ditahannya Briptu Fadhilatun Nikmah, 28, Polwan Polres Mojokerto Kota yang tega membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono, 27, di asrama polisi, Jalan Pahlawan Kota Mojokerto, Sabtu (8/6) banyak mendapat simpati dari rekan sejawatnya.
Utamanya rekan sesama polwan di Polres Mojokerto Kota yang rela membantu Briptu Dila dan keluarga dalam melewati masalah yang sedang dihadapi.
Baca Juga: Psikolog Sebut Polwan Bakar Suami di Mojokerto karena Tekanan Batin yang Cukup Lama
Bahkan, para polwan ini rela wara wiri ke Mapolda Jawa Timur untuk mengantar beberapa pakaian dan asupan makan selama polwan lulusan bintara polri letting 43 ini menjalani penahanan.
Khususnya bagi ketiga buah hatinya yang harus mendapat asupan nutrisi dan ASI Eksklusif lantaran usianya yang masih balita.
Editor : Imron Arlado