JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah meningkatnya serangan Israel, sebagian besar warga Palestina terpaksa mengungsi ke Kota Rafah, jalur Gaza selatan.
Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan,) di platform platform X bahwa sekitar satu juta orang telah meninggalkan Rafah dalam tiga pekan terakhir akibat aksi bombardir Israel terhadap kota tersebut.
Sebagian besar dari mereka mengungsi ke zona kemanusiaan Al Mawasi, masih di Gaza selatan.
Badan PBB itu menyoroti kekurangan makanan dan air, masalah sanitasi, dan kondisi kehidupan yang tidak layak di kota itu,
Rafah disesaki sekitar 1,5 juta orang sebelum Israel melancarkan operasi militer sejak awal Mei.
Setengah lebih dari total penduduk Jalur Gaza yang mencapai 2,3 juta jiwa. Operasi militer Israel ditentang komunitas internasional karena berpotensi menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.
Namun banyak warga Gaza mengeluhkan tinggal di zona kemanusiaan tak menjamin mereka terbebas dari serangan pasukan zionis.
Para pengungsi tersebut ada yang berasal dari Gaza Utara, wilayah pertama yang menjadi sasaran operasi darat Israel akhir Oktober 2023.
Mereka kemudian diperintahkan mengungsi ke Gaza tengah dan selatan untuk menghindari serangan.
Namun saat sudah berada di selatan, yakni Rafah, mereka diperintahkan pindah lagi oleh militer zionis.
Selain itu serangan Israel juga tak pandang bulu, mengincar tempat apapun, termasuk rumah sakit dan kamp pengungsian.
Mengikuti perintah evakuasi, warga Gaza mengungsi ke daerah tengah dan Khan Younis, termasuk ke gedung-gedung yang hancur.
Warga mengungsi ke daerah-daerah yang tidak memiliki persediaan air atau sanitasi yang memadai.
Al-Mawasi, sebuah kota seluas 14 kilometer persegi di pesisir pantai, dan juga pusat kota Deir el-Balah, kata dia, kini telah ’’penuh sesak” dengan para pengungsi yang baru saja mengungsi.
Serangan terbaru berlangsung pada Minggu (26/5/2024). Pasukan zionis membombardir tenda pengungsian, menyebabkan 45 Orang tewas.
Meninggalkan Rafah bukan jaminan para pengungsi aman dari serangan.
Kondisi diperparah dengan tak adanya bantuan kemanusiaan yang masuk. Memberikan bantuan, apalagi perlindungan, kepada pengungsi.
Sebelum operasi dimulai, Israel mengatakan kepada ratusan ribu warga Gaza yang berlindung di beberapa bagian timur kota itu untuk pergi, dan menggambarkan operasinya di sana sebagai “terbatas”. (Mia Chalimatus Syaidah)
Editor : Imron Arlado