JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Konflik antara Israel dan Palestina masih menarik perhatian jutaan orang, begitupun dengan dukungan dari gambar “All Eyes on Rafah”.
Satu gambar tersebut, dapat menarik perhatian banyak orang dari berbagai kalangan.
Gambar yang menyuarakan kepada banyak orang, untuk memperhatikan pembantaian besar-besaran yang dilakukan Israel di Gaza.
Satu gambar yang memiliki arti besar yang diberikan untuk masyarakat Gaza, sebagai bentuk dorongan besar dari media sosial.
Setelah terjadinya serangan udara yang dilakukan Israel secara kejam dan brutal.
Gambar “All Eyes on Rafah” sudah dibagikan oleh jutaan orang di dunia, sehingga memenuhi berbagai media sosial.
Dalam gambar tersebut, terdapat tenda terletak di kamp pengungsian dengan disusun membentuk tulisan “All Eyes on Rafah” atau “Semua Mata Tertuju Rafah”.
Singkatnya Rafah adalah wilayah selatan di Gaza, yang penuh dengan tenda pengungsi.
Setelah terjadinya serangan Israel pada Minggu (26/5), pejabat setempat mengatakan 45 warga telah tewas akibat serangan tersebut.
Template “All Eyes on Rafah” telah dibagikan dengan sangat cepat oleh influencer, atlet, dan selebritis.
Akan tetapi, video Rafah yang diposting oleh jurnalis Palestina dihapus dari media sosial dan juga dibatasi.
Karena video dari Rafah tersebut menggambarkan dengan jelas dampak yang disebabkan oleh serangan Israel.
Beberapa video yang menunjukkan banyak orang terluka parah dan banyak mayat yang terbakar, sudah dihapus.
Begitu pun dengan satu unggahan yang mempunyai filter sensitif, sudah dihapus karena melanggar kebijakan platform.
Berbeda dengan gambar “All Eyes on Rafah” yang tidak mengandung unsur kekerasan yang berbeda dengan kondisi di lapangan saat ini.
Sejak Israel menyerang Gaza, pendukung pro-Palestina di berbagai media sosial mengalami peningkatan.
Salah satunya dengan melakukan kampanye untuk memblokir massal, hal ini ditunjukkan untuk selebriti yang tidak mendukung warga Palestina.
Para pemimpin dunia mengungkapkan kemarahannya atas serangan Israel pada satu kamp pengungsi Palestina yang berada di Rafah, Gaza.
Dengan melakukan serangan melalui darat dan udara pada hari Minggu (26/5). (Novita Ainiyyatuz Zakiyyah)
Editor : Imron Arlado