KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Seorang pemancing ditemukan tewas tenggelam di Sungai Brantas, tepatnya di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Sabtu (4/5) pagi.
Gigik Siswanto, 28, pemuda asal Dusun Banjarmlati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto akhirnya ditemukan tim Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kota Mojokerto meninggal dunia tepat di titik terbaliknya perahu yang korban tumpangi.
Jasad korban kini telah dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan otopsi.
Kabar tenggelamnya korban pertama kali diketahui dari Mustakim, 45, bapaknya yang turut menemani korban menyetrum ikan menggunakan perahu kecil, pukul 02.00.
Saat itu, Keduanya berniat mencari ikan menggunakan sampan kecil dari Mojoanyar menuju Pulorejo sejak Jumat (3/5) malam pukul 19.00.
Saat hendak ke tengah, tiba-tiba perahu goyang hingga membuat keduanya tercebur ke sungai. Mustakim berhasil berenang dan menyelamatkan diri.
Sementara korban, justru gagal menepi dan tenggelam menjelang bibir sungai terbesar di Jawa Timur tersebut.
''Bapak Mustakim sempat berusaha menolong anaknya namun tidak kuat nafasnya. Sempat berusaha mencari pertolongan ke warga setempat sampai pagi,'' ujar anggota BPBD Provinsi Jatim, Akhmad Kurniawan.
Mendengar laporan tersebut, tim dari Satlak PB Kota Mojokerto berkoordinasi dengan kepolisian dan Basarnas langsung bergegas mencari korban.
Dibantu tim BPBD Kabupaten Mojokerto dan relawan, pencarian digelar di titik terbaliknya perahu, mulai pukul 07.30.
Jasad korban akhirnya bisa ditemukan relawan di dasar sungai saat petugas menyelam tepat di titik perahu korban terbalik dekat bibir sungai Brantas.
''Alhamdulillah korban atas nama Gigik sekitar pukul 08.55 dapat ditemukan di lokasi tenggelam atau diduga jatuhnya, tepat di pinggir sungai,'' tambah Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko.
Belum diketahui penyebab perahu terbalik hingga korban terjatuh dan tenggelam. Hingga saat ini, kepolisian tengah menyelidiki peristiwa tersebut. Termasuk memeriksa Mustakim dan keluarga korban yang turut menyaksikan proses pencarian.
Editor : Imron Arlado