Selain berisiko menimbulkan kecelakaan, balap jalanan dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat.
Sejumlah ruas jalan yang kerap disulap sebagai sirkuit balap liar pun akan terus diawasi hingga Lebaran nanti.
’’Di bulan Ramadan ini balap liar juga terus diantisipasi. Sudah ada pembahasan lebih lanjut oleh PJU Polres beberapa waktu lalu,’’ terang Kanit Kamsel Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan.
Aksi balap liar terus diatensi lantaran dinilai berisiko tinggi memicu dampak negatif.
Selain menghambat arus lalu lintas hingga berisiko menimbulkan kecelakaan, suara bising geberan knalpot motor dinilai meresahkan masyarakat. Bahkan, turut memicu aksi tawuran antar geng motor.
’’Aksi balap liar ini juga akan terus kami antisipasi sampai malam hari raya nanti,’’ sebutnya.
Apalagi, aksi balap liar turut menyangkut pelanggaran lainnya. Seperti pemakaian kanlpot brong, ban kecil maupun tanpa dilengkapi surat kepemilikan motor maupun SIM.
Beni menjelaskan, giat patroli maupun pemantauan bakal makin intens dan terus ditingkatkan hingga malam Lebaran nanti.
Hal ini seiring meningkatnya peluang gelaran balap liar yang biasa berlangsung pada malam hingga waktu sahur. Sejumlah ruas jalan yang kerap disulap menjadi sirkuit balap dadakan pun bakal terus diawasi petugas.
Baik Jalan Raya Dusun Lengkong, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Jalan Raya RA Basuni Sooko, maupun Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang, depan eks Pabrik Tenun Kesono.
Beni memastikan, petugas tidak akan memberi toleransi bagi para pelaku balap liar. Tindakan tegas berupa sanksi tilang dan pembinaan bakal langsung dikenakan.
Lantaran para pelaku yang mayoritas masih pelajar ini seolah tak pernah jera terlibat kebut-kebutan balap jalanan.
’’Dari awal balap liar sudah sering ditindak, jadi (nanti) tetap akan kami tindak tegas. Apalagi sebelumnya balap liar juga sudah diatensi terkait knalpot brong juga,’’ tukas Kanit Kamsel. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah