Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penyebab Kematian Korban Mayat di Sungai Gembolo Pungging Menyisakan Teka-Teki, Berikut Penuturkan Satreskrim Polres Mojokerto

Martda Vadetya • Rabu, 21 Februari 2024 | 08:00 WIB

SISAKAN TANYA: Jasad Azar Dwi Prayoga, 18, dievakuasi petugas bersama relawan usai ditemukan mengambang di Kali Gembolo, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Minggu (18/2) petang.
SISAKAN TANYA: Jasad Azar Dwi Prayoga, 18, dievakuasi petugas bersama relawan usai ditemukan mengambang di Kali Gembolo, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Minggu (18/2) petang.
PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyebab kematian Azar Dwi Prayoga, 18 yang ditemukan tewas di aliran Kali Gembolo, Desa Lebaksono, masih misterius. Meski hasil pemeriksaan luar jasad korban tidak ditemui bekas kekerasan. 

Kanit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Bambang Sunandar menerangkan, kronologi keberadaan korban di lokasi telah sesuai keterangan sejumlah saksi. Terutama, kakak kandung korban, Faris.

Yang saat itu bersama korban mengirim sayur dari Banyuwangi ke Kediri. Dan mendadak korban minta turun dari truk di Simpang Empat Awang-Awang, Jumat (16/2) pagi.

”Keterangan para saksi sudah sesuai, terutama kakak korban. Bahkan, kami sempat lakukan olah TKP untuk menyesuaikan keterangannya,” ungkapnya, Selasa (20/2).

Namun, peristiwa kunci sebelum Azar ditemukan tewas mengambang di kali beberapa hari berikutnya masih misteri.

Belum ditemukan bukti apakah korban dengan sengaja menceburkan diri, tercebur atau diceburkan orang lain ke Sungai Gembolo di timur Simpang Empat Awang-Awang.

Nah, apakah korban terjatuh, terjun ke sungai atau seperti apa, ini yang masih belum bisa dipastikan. Karena masih minim bukti yang mengarah ke sana. Handphone korban belum ditemukan dan tidak ada CCTV di sekitar lokasi,” urai Bambang.

Terlebih, pihak keluarga tidak berkenan jika jasad pemuda asal Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang, ini dilakukan visum dalam.

”Pihak keluarga tidak berkenan dan sekarang sudah dimakamkan di Jombang. Keluarga sudah mengikhlaskan meninggalnya korban,” imbuhnya.

Dugaan buruk yang mengarah pada kakak korban pun dinilai kurang kuat. Sebab, kata Bambang, hasil penelusuran petugas tidak mendapati keduanya tengah bertikai sejak beberapa waktu sebelumnya maupun saat itu.

”Dari keterangan ibu dan keluarga, korban dan kakaknya akur tidak ada masalah,” terang Kanit Pidum.

Salah satunya, dibuktikan dari riwayat chatting ponsel Faris pada korban. Ia berkali-kali menghubungi sang adik meski telah lost contact.

Baca Juga: Mayat Kakek Ditemukan Membusuk di Bekas Ruko di Puri Mojokerto

”Setelah mengirim sayur ke tujuan, kakaknya kembali jemput korban. Ditelepon sempat nyambung tapi setelah itu lost contact. Kakaknya terus berusaha telepon dan mengirim pesan ke whatsapp adiknya walaupun centang satu (tidak terhubung),” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di Kali Gembolo menghebohkan warga Dusun Adisono, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, sekitar pukul 16.30 Minggu (18/2).

Jasad pria yang saat itu belum diketahui identitasnya, ditemukan membusuk di antara tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai. Saat dievakuasi, korban hanya memakai celana pendek jeans warna biru. (vad/ron) 

Editor : Fendy Hermansyah
#pungging #mayat #misterius #mojokerto #sungai